UMN Knowledge Center

Analisis pengaruh brand image, category fit dan image fit starbucks café terhadap attitude toward brand extension, serta implikasinya terhadap brand image starbucks teavana telaah pada konsumen starbucks di indonesia

Kenny, Kenny (2017) Analisis pengaruh brand image, category fit dan image fit starbucks café terhadap attitude toward brand extension, serta implikasinya terhadap brand image starbucks teavana telaah pada konsumen starbucks di indonesia. Bachelor Thesis thesis, Universitas Multimedia Nusantara.

[img]
Preview
Text
BAB I.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (785kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (3MB) | Preview
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (4MB)
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (638kB) | Preview
[img]
Preview
Text
HALAMAN AWAL.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (742kB) | Preview
[img]
Preview
Text
LAMPIRAN.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (1MB) | Preview

Abstract

Keberhasilan Starbucks dalam menjadi perusahaan kedai kopi terbesar di Indonesia tidak membuat Starbucks puas. Melihat tren teh di Indonesia yang sangatlah tinggi membuat Starbucks tertarik untuk melahirkan brand ekstensi yaitu minuman Teh praktis dengan tampilan premium dengan nama Teavana. Peluang bisnis hadir ketika Hogward Schultz sebagai CEO Starbucks melihat potensi ingin merubah Teavana yang sebelumnya toko menjual daun teh menjadi sebuah kedai teh dilengkapi dengan bar sehingga pengunjung dapat merasakan sensasi meminum teh seperti minum kopi di starbucks, namun strategi tersebut gagal. Tahun lalu, Starbucks kembali menghadirkan Teavana namun berbeda dari yang sebelumnya, kini Teavana hadir bukan sebagai kedai minuman teh namun hadir sebagai brand extension milik Starbucks. Dengan strategi barunya Starbucks berharap dapat mendapatkan konsumen baru khususnya bagi para pecinta teh dan para generasi muda. Maka pada penelitian ini diajukan untuk mengetahui apakah attitude toward brand extension konsumen Starbucks dipengaruhi oleh brand image, category fit dan image fit. Serta citra Teavana atau brand image varitation (extension) dipengaruhi attitude toward brand extension, category fit dan image fit Starbucks. Model teoritis dalam penelitian ini disampaikan dengan 6 hipotesis yang akan diuji menggunakan Structural Equation Model. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 192 responden yang merupakan konsumen Starbucks dan pernah mencoba minuman teh Teavana. Penelitian ini mendapatkan temuan bahwa terdapat hubungan secara tidak langsung antara brand image, category fit, dan image fit dengan brand image extension melalui attitude toward brand extension.

Item Type: Thesis (Bachelor Thesis)
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5001-6182 Business
H Social Sciences > HF Commerce > HF5001-6182 Business > HF5410-5417.5 Marketing. Distribution of products
Divisions: Fakultas Bisnis > Program Studi Manajemen
Depositing User: mr admin umn
Date Deposited: 24 Jul 2017 04:39
Last Modified: 31 Jul 2017 08:39
URI: http://kc.umn.ac.id/id/eprint/1390

Actions (login required)

View Item View Item