UMN Knowledge Center

Pemaknaan Pada Orang Tua Terhadap Pemberitaan Pedofilia di Televisi

Fellisia, Fellisia (2018) Pemaknaan Pada Orang Tua Terhadap Pemberitaan Pedofilia di Televisi. Bachelor Thesis thesis, Universitas Multimedia Nusantara.

[img]
Preview
Text
HALAMAN AWAL.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (890kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (890kB) | Preview
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (2MB)
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (816kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (919kB) | Preview
[img]
Preview
Text
LAMPIRAN.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (2MB) | Preview

Abstract

Kasus kekerasan seksual anak merupakan kejahatan serius yang sedapat mungkin dapat ditangani segera, Indonesia menjadi salah satu negara yang kerap mengalami kasus kekerasan seksual pada anak. Salah satunya pada Januari 2018, media Indonesia diramaikan dengan kasus pedofilia di Tangerang dengan jumlah 41 korban. Mencuatnya kasus tersebut membuat banyak media meliput secara eksklusif, salah satunya TV One. Pemberitaan mengenai kasus kriminal dan kekerasan seksual semestinya membuat masyarakat menjadi lebih peka dan sadar terhadap isu sosial. Sejumlah program berita kriminal di televisi sering kali memaparkan peristiwa secara menyeluruh dan mendalam, sehingga masyarakat terlalu banyak terpapar oleh berita kekerasan seksual anak, dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari atau media terkesan mengajarakan bagaimana melakukan kekerasan seksual anak. Teori ataupun konsep yang peneliti jadikan referensi untuk penelitian ini adalah analisis resepsi dan active audience. Teori ini menjelaskan bahwa individu atau khalayak dapat memberikan respon atau mengkonstruksi makna, dari teks media yang mereka konsumsi seperti koran, media sosial, televisi, dan sebagainya. Secara konseptual active audience merupakan khalayak aktif yang menentukan dan mengakses informasi berdasarkan tiga hal, kapan sebuah informasi diakses, jenis informasi apa saja yang diakses, dan apakah khalayak tersebut akan membagikan informasi yang mereka dapatkan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen kualitatif dengan sifat penelitian deskriptif. Dalam metode eksperimen dapat dilakukan dengan dua acara yaitu Focus Group Discussion (FGD) dan Indepth Interview (wawancara mendalam), dalam penelitian ini peneliti menggunakan Indepth Interview guna mendalami respon dari setiap informan. Hasil penelitian ini adalah terjadinya perubahan sikap yang ditimbulkan para informan sebelum dan sesudah menyaksikan tayangan kekerasan seksual anak. Reaksi yang informan tampakkan juga berbeda-beda, berdasarkan status sosial informan dan pemahaman yang dikosntruksi dari setiap informan tentunya juga berbeda-beda.

Item Type: Thesis (Bachelor Thesis)
Uncontrolled Keywords: Kekerasan seksual anak, pedofilia, pemaknaan, analisis resepsi, active audience,orang tua, respon, reaksi
Subjects: H Social Sciences
P Language and Literature > P Philology. Linguistics > P87-96 Communication. Mass media
P Language and Literature > P Philology. Linguistics > P87-96 Communication. Mass media > P94.7 Interpersonal communication
Divisions: Fakultas Ilmu Komunikasi > Program Studi Jurnalistik
Depositing User: mr admin umn
Date Deposited: 25 Feb 2019 08:26
Last Modified: 25 Feb 2019 08:26
URI: http://kc.umn.ac.id/id/eprint/5121

Actions (login required)

View Item View Item