Odelia, Kinanti
(2017)
Alur Komunikasi Organisasi Komisi Anti Kekerasan Terhadap Perempuan: Studi Kasus Sub Komisi Partisipasi Masyarakat.
Bachelor Thesis thesis, Universitas Multimedia Nusantara.
Abstract
Komunikasi merupakan ornamen yang penting dalam kehidupan
seseorang begitu juga dengan kehidupan organisasi. Realita patriarki secara tidak
langsung memengaruhi kebudayaan berorganisasi. Sehingga munculah organisasi
yang bersifat feminis untuk membuktikan adanya kesempatan yang bisa diberikan
kepada perempuan. Penting bagi suatu komunitas yang mewadahi kaum
perempuan yang memiliki tujuan untuk menangani kasus-kasus kekerasan untuk
mampu mentransmisikan nilai yang dianut kepada setiap bagian anggota sehingga
dapat bersama-sama menyampaikan kata-kata maupun tindakan kepada publik
mengenai isu perempuan dengan satu suara dan satu visi.
Judul dari skripsi ini adalah “Alur Komunikasi Organisasi Komisi Anti
Kekerasan terhadap Perempuan: Studi Kasus kepada Sub Komisi Partisipasi
Masyarakat”. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui alur komunikasi yang
dijalani, hambatan komunikasi yang dimiliki oleh Sub Komisi Partisipasi
Masyarakat menerapkan komunikasi yang efektif dalam realisasinya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan secara kualitatif, dengan fokus
penelitian kepada konsep komunikasi organisasi Pace dan Faules yaitu, Upward
Communication, Downward Communication, Horizontal Communication, Crosschanel
Communication. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara
mendalam dan studi kepustakaan. Teknik keabsahan data yang digunakan peneliti
adalah teknik triangulasi.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa komunikasi organisasi feminis
mementingkan penyelesaian masalah dan pemilihan tindakan secara bersamasama
melalui rapat. Lalu untuk alur komunikasi yang terjalin dalam Komnas
Perempuan adalah alur komunikasi ke atas, alur komunikasi ke bawah, alur
komunikasi horizontal hingga alur komunikasi lintas saluran. Dalam prosesnya
tentu terjadi suatu hambatan komunikasi seperti informasi yang menumpuk akibat
isu-isu baru terus berdatangan dan Komnas Perempuan.
Actions (login required)
 |
View Item |