⭐ Andrian, Kenan (2021) Perancangan Sistem Rigging untuk Adegan Menangis pada Tokoh Bayi di Film "Langit-Langit Toples Kaca". MBKM Thesis, Universitas Multimedia Nusantara.
|
PDF
HALAMAN_AWAL.pdf Restricted to Registered users only Download (989kB) |
||
|
PDF
BAB_I.pdf Download (203kB) | Preview |
|
|
PDF
BAB_II.pdf Download (288kB) | Preview |
|
|
PDF
BAB_III.pdf Restricted to Registered users only Download (430kB) |
||
|
PDF
BAB_IV.pdf Restricted to Registered users only Download (309kB) |
||
|
PDF
BAB_V.pdf Restricted to Registered users only Download (152kB) |
||
|
PDF
DAFTAR_PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (266kB) |
||
|
PDF
LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (280kB) |
||
|
PDF
LEMBAR_PENGESAHAN.pdf Restricted to Registered users only Download (52kB) |
Abstract
Pada film, menangis merupakan sebuah cara untuk menunjukkan visualisasi emosional tokoh. Salah satu contoh penggunaan tangis ada pada film animasi pendek 3D "Langit-Langit Toples Kaca". Pada film tersebut terdapat dua tokoh yang memiliki adegan menangis, salah satunya adalah tokoh "Bayi Anya". Melihat jumlah adegan dan keterbatasan waktu, penulis memutuskan untuk mencari metode efektif agar tokoh dapat menangis. Metode tersebut adalah dengan membuat sistem rigging. Penulis membuat sistem rigging berdasarkan teori proses manusia mengeluarkan air mata dan referensi menangis dari film animasi. Teori teknis rigging, controls, constraints dan deformers juga digunakan. Penulis membagi proses menangis pada tokoh menjadi 3 : Pertama adalah Tearbloop, yaitu proses air mata yang masih berada pada kelopak mata. Kedua adalah Tearline, yaitu proses air mata keluar dari kelopak dalam bentuk garis air. Ketiga adalah Teardrop, yaitu gumpalan air mata pada ujung Tearline yang menjadi bentuk akhir air mata. Penulis juga membuat Sweat, butir-butir keringat sebagai tambahan fitur dengan metode serupa dengan Teardrop. Semua proses direalisasikan penulis dengan menggunakan kombinasi mesh, joints, constraints, deformers dan controls. Hasil karya akhir penulis adalah sebuah controller untuk mengatur ketiga proses menangis pada tokoh, yang terlihat jelas secara visual di sebelah kepala tokoh. Dengan adanya controller, animator dapat menganimasikan air mata dan keringat bersamaan dengan animasi wajah. Berdasarkan metode yang penulis jalani, dapat disimpulkan bahwa sistem rigging dapat menjadi sebuah solusi untuk membantu pembuatan adegan menangis secara efektif. Referensi, langkah teknis yang tepat dan penelitian lebih lanjut sangatlah esensial untuk sistem rigging menangis yang sesuai.
Actions (login required)
![]() |
View Item |
