Valencia Tannu Wijaya, Jessie (2026) Resepsi Khalayak mengenai Diskriminasi pada Etnis Tionghoa dalam Film Pengepungan di Bukit Duri (2025). Bachelor Thesis, Universitas Multimedia Nusantara.
|
PDF
HALAMAN_AWAL.pdf Restricted to Registered users only Download (728kB) |
|
|
PDF
BAB_I.pdf Download (349kB) |
|
|
PDF
BAB_II.pdf Download (417kB) |
|
|
PDF
BAB_III.pdf Restricted to Registered users only Download (310kB) |
|
|
PDF
BAB_IV.pdf Restricted to Registered users only Download (492kB) |
|
|
PDF
BAB_V.pdf Restricted to Registered users only Download (210kB) |
|
|
PDF
DAFTAR_PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (228kB) |
|
|
PDF
LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Indonesia menjadi salah satu negara yang rentan terhadap diskriminasi karena kekayaan budaya dan suku bangsanya. Adanya perilaku diskriminasi tersebut mendorong munculnya film yang bertujuan untuk mengedukasi sekaligus menciptakan perubahan sosial, salah satunya yaitu Pengepungan di Bukit Duri (2025). Viralnya film ini membuka diskusi karena kemiripa adegannya dengan kejadian Kerusuhan Mei 1998. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana pemaknaan penonton terhadap diskriminasi yang ditampilkan dalam film Pengepungan di Bukit Duri berdasarkan analisis resepsi khalayak oleh Stuart Hall. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif dengan metode analisis resepsi menggunakan paradigma konstruktivisme. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara mendalam terhadap empat penonton Pengepungan di Bukit Duri yang merasakan masa-masa Kerusuhan Mei 1998 serta satu key informan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua posisi utama decoding khalayak terkait film tersebut, yaitu dominant-hegemonic dan negotiated. Dalam konteks pesan yang ingin disampaikan film, dua informan berada pada posisi dominant-hegemonic, sedangkan dua informan lainnya berada pada posisi negotiated yang mana menambahkan pandangan pribadi dalam pemaknaannya. Kemudian, dalam menanggapi kemiripan visual film dengan kejadian nyata serta representasi karakter Edwin sebagai masyarakat Tionghoa, informan terbagi menjadi dua posisi kembali yaitu dominant-hegemonic dan negotiated. Saat membahas mengenai bentuk diskriminasi yang ditampilkan dalam film seperti penjarahan, kekerasan, atau ucapan kasar, seluruh informan berada di posisi negotiated karena merasa bahwa adegan-adegan tersebut menunjukkan kebencian secara berlebihan meskipun cukup sesuai dengan pengalaman asli mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberagaman interpretasi khalayak terhadap bentuk diskriminasi dalam film dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti latar belakang sosial hingga emosional.
| Item Type: | Thesis (Bachelor Thesis) |
|---|---|
| Creators: | Valencia Tannu Wijaya, Jessie (00000065432) |
| Contributors: | Okta Wibowo, Tangguh |
| Keywords: | Pengepungan di Bukit Duri, Resepsi, Film, Tionghoa, Diskriminasi |
| Subjects: | 300 Social Sciences |
| Divisions: | Faculty of Communication > Strategic Communication |
| Date Deposited: | 22 Apr 2026 07:57 |
| URI: | https://kc.umn.ac.id/id/eprint/45385 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
