Salsabila, Syahlarichanda (2026) Pengarahan Aktor Remaja dalam Membentuk Kedekatan Emosional pada Film Mawar Merah. Bachelor Thesis, Universitas Multimedia Nusantara.
|
PDF
HALAMAN_AWAL.pdf Restricted to Registered users only Download (709kB) |
|
|
PDF
BAB_I.pdf Download (201kB) |
|
|
PDF
BAB_II.pdf Download (250kB) |
|
|
PDF
BAB_III.pdf Restricted to Registered users only Download (299kB) |
|
|
PDF
BAB_IV.pdf Restricted to Registered users only Download (255kB) |
|
|
PDF
BAB_V.pdf Restricted to Registered users only Download (207kB) |
|
|
PDF
DAFTAR_PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (199kB) |
|
|
PDF
LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (651kB) |
|
|
Archive (ZIP)
00000067420_2521_LembarPengesahan.pdf Restricted to Registered users only Download (65kB) |
Abstract
Penelitian ini merupakan penciptaan film pendek fiksi berjudul Mawar Merah yang berfokus pada penerapan teknik penyutradaraan aktor remaja dalam membentuk kedekatan emosional antar karakter. Film berdurasi 12 menit 34 detik ini mengangkat pengalaman menstruasi pertama seorang remaja perempuan di lingkungan sekolah melalui hubungan pertemanan antara tiga karakter utama, yaitu Mawar, Gwen, dan Tara. Penelitian ini menggunakan landasan teori penyutradaraan aktor dari Weston (2021), DeKoven (2018), dan Bogoni dan Michel (2018), teori perkembangan kelompok dari Tuckman (1965), konsep psychological safety dari Edmondson (2019), serta konsep mise-en-scène dari Bordwell et al. (2023). Metode penciptaan yang digunakan adalah metode kualitatif melalui studi literatur, observasi karya, observasi langsung, dan dokumentasi terhadap proses penciptaan film. Tahapan penciptaan meliputi pra produksi yang mencakup proses casting, reading, rehearsal, dan bonding; serta produksi melalui penerapan directing on set, emotional direction, dan improvisasi terarah dalam membangun interaksi antar aktor. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa pendekatan penyutradaraan yang menyesuaikan karakteristik masing-masing aktor, didukung oleh proses bonding dan eksplorasi improvisasi, mampu membantu membangun rasa nyaman, kepercayaan, dan chemistry antar pemain. Proses tersebut menghasilkan interaksi emosional yang lebih natural melalui gesture, respons, dan hubungan antar karakter di dalam film. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengarahan aktor remaja tidak hanya membutuhkan penerapan teknik directing, tetapi juga membutuhkan pendekatan komunikasi, empati, dan penciptaan lingkungan kerja yang aman untuk mendukung terbentuknya kedekatan emosional antar karakter.
| Item Type: | Thesis (Bachelor Thesis) |
|---|---|
| Creators: | Salsabila, Syahlarichanda (00000067420) |
| Contributors: | Amelia, Putri Sarah |
| Keywords: | penyutradaraan aktor, aktor remaja, bonding, improvisasi, kedekatan emosional, film pendek |
| Subjects: | 700 Arts and Recreation > 770 Photography, Computer Art, Film, Video |
| Divisions: | Faculty of Art & Design > Film & Animation |
| Date Deposited: | 25 Jun 2026 07:57 |
| URI: | https://kc.umn.ac.id/id/eprint/46646 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
