Aurellius, Kenzu (2026) Transformasi Fasilitas Integrasi Stasiun Bandung sebagai Urban Stitch dalam Mengatasi Fragmentasi Perkotaan. Bachelor Thesis, Universitas Multimedia Nusantara.
|
PDF
HALAMAN_AWAL.pdf Restricted to Registered users only Download (491kB) |
|
|
PDF
BAB_I.pdf Download (230kB) |
|
|
PDF
BAB_II.pdf Download (609kB) |
|
|
PDF
BAB_III.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
PDF
BAB_IV.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
PDF
BAB_V.pdf Restricted to Registered users only Download (183kB) |
|
|
PDF
DAFTAR_PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (162kB) |
|
|
PDF
LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
|
|
Archive (ZIP)
CREATION_FILE.zip Restricted to Registered users only Download (272MB) |
|
|
Archive (ZIP)
00000090400_2521_LembarPengesahan.pdf Restricted to Registered users only Download (63kB) |
Abstract
Kawasan Stasiun Bandung mengalami fragmentasi spasial yang ekstrim akibat bentangan 13 jalur rel kereta api aktif yang membelah kawasan menjadi dua kutub kontras sisi utara yang formal dan modern, serta sisi selatan yang padat dan organik. Ketiadaan koridor pejalan kaki yang menerus, minimnya penunjuk arah, dan jembatan penghubung yang tidak dapat digunakan memaksa pengguna melewati jalur informal yang berbahaya. Kondisi ini mengonfirmasi bahwa kawasan yang sangat kuat sebagai simpul pergerakan justru sangat lemah sebagai ruang kota yang inklusif. Perancangan ini bertujuan mentransformasi fasilitas integrasi antarmoda Stasiun Bandung melalui strategi Urban Stitch pendekatan desain urban yang merajut kembali morfologi kota yang terpisah oleh infrastruktur kaku. Strategi ini dituangkan ke dalam konsep Spine, yaitu koridor arsitektural linier melayang yang membentang dari sisi utara ke sisi selatan kawasan, dikembangkan melalui analisis tapak, komparasi preseden, dan pemrograman ruang berbasis siklus waktu aktivitas pengguna. Hasil perancangan berupa Priangan Spine Corridor, koridor transit layang yang mengintegrasikan sirkulasi pejalan kaki, memisahkan jalur kawasan berbayar dan tidak berbayar, serta mengaktifkan kembali kawasan melalui terminal intermoda, pasar kuliner, ruang kreatif, dan green roof publik. Berlandaskan Node-Place Model (Bertolini, 1999) dan teori Produksi Ruang (Lefebvre, 1991), transformasi ini membuktikan bahwa fragmentasi perkotaan membutuhkan intervensi arsitektural yang bekerja pada dimensi ruang yang dialami pengguna secara langsung.
| Item Type: | Thesis (Bachelor Thesis) |
|---|---|
| Creators: | Aurellius, Kenzu (00000090400) |
| Contributors: | Andani Djarot, Adelia |
| Keywords: | Fasilitas Integrasi, Stasiun Bandung, Urban Stitch, Fragmentasi Perkotaan, Spine, Ruang Transit. |
| Subjects: | 700 Arts and Recreation > 720 Architecture |
| Divisions: | Faculty of Art & Design > Architecture |
| Date Deposited: | 06 Jul 2026 08:52 |
| URI: | https://kc.umn.ac.id/id/eprint/47080 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
