Resepsi Laki-Laki Generasi Z terhadap Tren Performative Male di Media Sosial TikTok sebagai Ekspresi Diri atau Strategi PDKT

Aqbil Ruhullya Muntazhar, Sayed (2026) Resepsi Laki-Laki Generasi Z terhadap Tren Performative Male di Media Sosial TikTok sebagai Ekspresi Diri atau Strategi PDKT. Bachelor Thesis, Universitas Multimedia Nusantara.

[img] PDF
HALAMAN_AWAL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[img] PDF
BAB_I.pdf

Download (360kB)
[img] PDF
BAB_II.pdf

Download (421kB)
[img] PDF
BAB_III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (302kB)
[img] PDF
BAB_IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] PDF
BAB_V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (208kB)
[img] PDF
DAFTAR_PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (236kB)
[img] PDF
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Archive (ZIP)
00000074962_2521_LembarPengesahan.pdf
Restricted to Registered users only

Download (66kB)

Abstract

Kehadiran media sosial TikTok kini telah berkembang menjadi ruang interaksi yang signifikan bagi Generasi Z dalam membentuk tren sosial dan merepresentasikan identitas diri. Salah satu dinamika yang menarik perhatian adalah munculnya tren performative male, sebuah fenomena ketika laki-laki menampilkan sisi feminin melalui atribut gaya hidup tertentu seperti kegemaran meminum matcha, penggunaan perawatan kulit, atau pemakaian tas jinjing. Simbol yang mulanya dimaknai sebagai kebebasan berekspresi ini mengalami pergeseran makna dan kini kerap dipersepsikan sebagai strategi pendekatan romantis yang sengaja dikonstruksi untuk menarik perhatian perempuan. Penelitian ini bertujuan menelusuri bagaimana laki-laki Generasi Z memaknai fenomena tersebut untuk memahami apakah mereka memandang tren ini sebagai ekspresi jati diri yang autentik atau sekadar strategi komunikasi interpersonal. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan analisis resepsi encoding-decoding dari Stuart Hall yang diperkuat konsep dramaturgi Erving Goffman, penelitian ini menggali interpretasi empat informan laki-laki Generasi Z melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat informan berada pada posisi negotiated, meskipun ditempuh melalui jalan yang berbeda. Tiga informan mengakui makna dominan tren secara umum tetapi mengecualikan diri dengan menegaskan bahwa penampilan mereka merupakan ekspresi jati diri, sementara satu informan menerima keterkaitan dirinya dengan tren lalu menilai ulang maknanya secara lebih positif. Melalui konsep manajemen kesan (impression management), penelitian ini menemukan bahwa klaim tampil sebagai diri sendiri pun pada dasarnya tetap merupakan pengelolaan kesan di panggung depan. Temuan ini memperlihatkan bahwa ekspresi jati diri dan strategi komunikasi interpersonal bukanlah dua hal yang sepenuhnya terpisah dalam representasi gender di ruang digital.

Item Type: Thesis (Bachelor Thesis)
Creators: Aqbil Ruhullya Muntazhar, Sayed (00000074962)
Contributors: Karamoy, Arindra Khrisna
Keywords: Dramaturgi, Generasi Z, Media Sosial, Komunikasi Interpersonal, Performative Male, Resepsi Audiens
Subjects: 300 Social Sciences
Divisions: Faculty of Communication > Strategic Communication
Date Deposited: 21 Jul 2026 08:02
URI: https://kc.umn.ac.id/id/eprint/47807

Actions (login required)

View Item View Item