Harry Prameselfin, Aurelda (2026) Pola Komunikasi Interpersonal Generasi Z di Media Sosial dalam Hubungan Tanpa Status (HTS). Bachelor Thesis, Universitas Multimedia Nusantara.
|
PDF
HALAMAN_AWAL.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
PDF
BAB_I.pdf Download (591kB) |
|
|
PDF
BAB_II.pdf Download (696kB) |
|
|
PDF
BAB_III.pdf Restricted to Registered users only Download (362kB) |
|
|
PDF
BAB_IV.pdf Restricted to Registered users only Download (606kB) |
|
|
PDF
BAB_V.pdf Restricted to Registered users only Download (319kB) |
|
|
PDF
DAFTAR_PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (348kB) |
|
|
PDF
LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
|
|
Archive (ZIP)
00000075836_2521_LembarPengesahan.pdf Restricted to Registered users only Download (65kB) |
Abstract
Hubungan Tanpa Status (HTS) menjadi fenomena yang semakin sering ditemui di kalangan Generasi Z, terutama seiring dengan peningkatan penggunaan teknologi digital dan media sosial dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun hubungan romantis dan emosional biasanya melibatkan komitmen yang jelas, hal ini sering menyebabkan kebingungan dan ketidakpastian dalam komunikasi. Generasi Z menggunakan media sosial, khususnya Instagram, untuk berinteraksi, menunjukkan perhatian, dan menyampaikan perasaan secara tidak langsung melalui berbagai fiturnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran tentang cara Generasi Z berinteraksi satu sama lain di media sosial dalam konteks HTS serta mengidentifikasi jenis ketidakjelasan komunikasi yang muncul dalam hubungan ini. Dalam penelitian ini, metode studi kasus digunakan, dan data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan Generasi Z yang aktif menggunakan media sosial dan telah mengalami pengalaman HTS. Kerangka teori yang digunakan mencakup komunikasi interpersonal, media sosial, konsep HTS, karakteristik Generasi Z, dan teori self-disclosure. Studi menunjukkan bahwa komunikasi HTS cenderung bersifat cair dan tidak menentu dan lebih banyak disampaikan secara implisit melalui fitur seperti pesan langsung, cerita, teman dekat, dan akun kedua. Pola ini dapat membantu orang berkomunikasi, tetapi juga dapat menyebabkan ketidakpastian emosional dan miskomunikasi. Penelitian ini menemukan bahwa komunikasi interpersonal sangat penting untuk menjaga dinamika HTS, sehingga komunikasi harus jelas dan terbuka agar hubungan lebih baik.
| Item Type: | Thesis (Bachelor Thesis) |
|---|---|
| Creators: | Harry Prameselfin, Aurelda (00000075836) |
| Contributors: | Karamoy, Arindra Khrisna |
| Keywords: | Komunikasi Interpersonal, Generasi Z, Media Sosial, Hubungan Tanpa Status (HTS), Pengungkapan Diri x Pola Komunikasi Interpersonal..., Aurelda Harry Prameselfin, Universitas Multimedia Nusantara |
| Subjects: | 300 Social Sciences |
| Divisions: | Faculty of Communication > Strategic Communication |
| Date Deposited: | 22 Jul 2026 08:00 |
| URI: | https://kc.umn.ac.id/id/eprint/47860 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
