Kimberly Tanto, Laticia (2026) Konstruksi Identitas Maskulin pada Laki-Laki Generasi Z Pengguna Makeup di Indonesia. Bachelor Thesis, Universitas Multimedia Nusantara.
|
PDF
HALAMAN_AWAL.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
PDF
BAB_I.pdf Download (1MB) |
|
|
PDF
BAB_II.pdf Download (1MB) |
|
|
PDF
BAB_III.pdf Restricted to Registered users only Download (298kB) |
|
|
PDF
BAB_IV.pdf Restricted to Registered users only Download (625kB) |
|
|
PDF
BAB_V.pdf Restricted to Registered users only Download (262kB) |
|
|
PDF
DAFTAR_PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (241kB) |
|
|
PDF
LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (4MB) |
|
|
Archive (ZIP)
00000069745_2521_LembarPengesahan.pdf Restricted to Registered users only Download (65kB) |
Abstract
Identitas merupakan proses komunikasi yang dibentuk dan dinegosiasikan melalui interaksi sosial. Dalam konteks budaya kolektivis dan patriarki Indonesia, penggunaan makeup pada laki-laki kerap dipandang menyimpang dari norma hegemonic masculinity, meskipun praktik tersebut semakin meningkat di kalangan laki-laki generasi Z. Padahal, tindakan tersebut merupakan bentuk hybrid masculinities. Penelitian ini bertujuan untuk memahami mengapa laki-laki generasi Z menggunakan makeup serta bagaimana mereka mengonstruksikan identitas maskulinitasnya. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan pendekatan kualitatif interpretatif dan metode studi kasus menurut Stake (2010). Communication Theory of Identity (CTI) digunakan sebagai landasan teoretis untuk menganalisis konstruksi identitas melalui lapisan personal, enacted, relational, material dan communal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan makeup pada laki-laki generasi Z dimaknai sebagai praktik fungsional untuk memperbaiki kekurangan wajah, menonjolkan fitur fisik, meningkatkan kepercayaan diri, dan memenuhi tuntutan profesional sehingga gaya makeup-nya natural. Pada lapisan personal, seluruh partisipan tetap mendefinisikan dirinya sebagai sosok maskulin melalui peran sosial tradisional dan pembuktian fisik. Penggunaan makeup sempat memunculkan identity gap personal-enacted karena makeup masih diasosiasikan dengan feminitas. Gap tersebut dinegosiasikan melalui repetisi pemakaian, resolusi internal, dukungan relasional, dan pengelolaan ruang privat serta penyimpanan produk. Pada lapisan komunal, partisipan menyadari adanya standar hegemonic masculinity yang masih menolak penggunaan makeup pada laki-laki. Meskipun demikian, partisipan menegosiasikannya melalui pengabaian stigma, rekonstruksi nilai agama, dan rujukan figur publik laki-laki yang menggunakan makeup. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan makeup pada laki-laki generasi Z tidak sepenuhnya menandakan pelepasan dari nilai patriarki, melainkan bentuk negosiasi maskulinitas yang fleksibel melalui konsekuensi hybrid masculinities berupa strategic borrowing, discursive distancing, dan fortifying boundaries.
| Item Type: | Thesis (Bachelor Thesis) |
|---|---|
| Creators: | Kimberly Tanto, Laticia (00000069745) |
| Contributors: | Primadini, Intan |
| Keywords: | Communication Theory of Identity, Hegemonic Masculinity, Hybrid Masculinities; Makeup pada Laki-laki |
| Subjects: | 300 Social Sciences |
| Divisions: | Faculty of Communication > Strategic Communication |
| Date Deposited: | 23 Jul 2026 07:59 |
| URI: | https://kc.umn.ac.id/id/eprint/47932 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
