PEMAKNAAN GEN Z MENGENAI AKTIVISME DIGITAL GERAKAN 17+8 TUNTUTAN RAKYAT DI INSTAGRAM @narasinewsroom

Rahmania Putri Zebua, Natasya (2026) PEMAKNAAN GEN Z MENGENAI AKTIVISME DIGITAL GERAKAN 17+8 TUNTUTAN RAKYAT DI INSTAGRAM @narasinewsroom. Bachelor Thesis, Universitas Multimedia Nusantara.

[img] PDF
HALAMAN_AWAL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[img] PDF
BAB_I.pdf

Download (373kB)
[img] PDF
BAB_II.pdf

Download (459kB)
[img] PDF
BAB_III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (286kB)
[img] PDF
BAB_IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (716kB)
[img] PDF
BAB_V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (258kB)
[img] PDF
DAFTAR_PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (388kB)
[img] PDF
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)
[img] Archive (ZIP)
00000067073_2521_LembarPengesahan.pdf
Restricted to Registered users only

Download (67kB)

Abstract

Perkembangan media sosial di Indonesia telah mengubah cara masyarakat, khususnya Gen Z berpartisipasi dalam isu sosial-politik. Fenomena ini tampak nyata dalam Gerakan 17+8 Tuntutan Rakyat yang menyebar luas melalui platform Instagram pada pertengahan tahun 2025. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana Gen Z memaknai konten aktivisme digital Gerakan 17+8 Tuntutan Rakyat di akun Instagram @narasinewsroom, termasuk bagaimana interaksi yang terjadi di dalamnya membentuk persepsi dan keterlibatan sosial-politik mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivisme dan metode studi kasus intrinsik yang dikembangkan oleh Robert E. Stake dan teori Interaksionisme Simbolik Herbert Blumer. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap lima informan Gen Z, observasi non- partisipatif dan dokumentasi konten Instagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemaknaan Gen Z berlangsung melalui tiga dimensi. Pertama, komunikasi digital melalui kolom komentar, like, share dan repost berfungsi sebagai arena interaksi simbolik yang mengonstruksi makna beragam dan meluas hingga diskusi tatap muka. Kedua, simbol digital seperti angka `17+8' serta warna pink dan hijau dimaknai sebagai bahasa gerakan yang merepresentasikan keberanian sipil, solidaritas dan identitas kolektif. Ketiga, tindakan digital dimaknai sebagai partisipasi bermakna disertai kesadaran kritis bahwa dampaknya lebih signifikan bila diiringi tindakan nyata di luar platform. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konten @narasinewsroom berfungsi sebagai arena interaksi simbolik tempat kesadaran aktivisme Gen Z dikonstruksi secara kolektif, membuktikan relevansi teori Blumer di ruang digital dan memposisikan Gen Z sebagai aktor aktif dalam wacana publik. Implikasinya, pengelola media sosial perlu mengoptimalkan komunikasi visual simbolik, sementara pegiat aktivisme perlu menghubungkan keterlibatan online dengan tindakan nyata.

Item Type: Thesis (Bachelor Thesis)
Creators: Rahmania Putri Zebua, Natasya (00000067073)
Contributors: Sri Eko Murtiningsih, Bherta
Keywords: Pemaknaan, Gen Z, Aktivisme Digital, Interaksionisme Simbolik, Instagram, Gerakan 17+8 Tuntutan Rakyat
Subjects: 300 Social Sciences
Divisions: Faculty of Communication > Strategic Communication
Date Deposited: 25 Jul 2026 07:57
URI: https://kc.umn.ac.id/id/eprint/48112

Actions (login required)

View Item View Item