Analisis Resepsi Generasi Z Keturunan Tionghoa terhadap Penjarahan Anggota DPR Ahmad Sahroni

Ernest, Ernest (2026) Analisis Resepsi Generasi Z Keturunan Tionghoa terhadap Penjarahan Anggota DPR Ahmad Sahroni. Bachelor Thesis, Universitas Multimedia Nusantara.

[img] PDF
HALAMAN_AWAL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (494kB)
[img] PDF
BAB_I.pdf

Download (1MB)
[img] PDF
BAB_II.pdf

Download (441kB)
[img] PDF
BAB_III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (304kB)
[img] PDF
BAB_IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (544kB)
[img] PDF
BAB_V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (152kB)
[img] PDF
DAFTAR_PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (222kB)
[img] PDF
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Archive (ZIP)
00000068813_2521_LembarPengesahan.pdf
Restricted to Registered users only

Download (64kB)

Abstract

Fenomena penjarahan yang terjadi sebagai respons atas pernyataan kontroversial anggota DPR Ahmad Sahroni menjadi salah satu peristiwa yang memicu perdebatan di ruang publik digital. Di media sosial, tindakan tersebut memperoleh beragam respons, mulai dari dukungan sebagai bentuk pelampiasan kekecewaan terhadap elit politik hingga penolakan karena dianggap melanggar norma dan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resepsi Generasi Z keturunan Tionghoa terhadap narasi dukungan atas penjarahan rumah pribadi Ahmad Sahroni yang beredar di media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis resepsi Stuart Hall melalui wawancara mendalam terhadap lima informan Generasi Z keturunan Tionghoa yang memperoleh informasi mengenai peristiwa tersebut melalui media sosial, khususnya Instagram dan TikTok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial menjadi sumber utama informan dalam membentuk pemahaman terhadap peristiwa penjarahan. Seluruh informan memahami adanya kemarahan dan kekecewaan masyarakat terhadap Ahmad Sahroni maupun DPR, namun mayoritas menolak tindakan penjarahan sebagai bentuk ekspresi ketidakpuasan politik. Berdasarkan teori encoding-decoding Stuart Hall, mayoritas informan berada pada posisi oppositional reading, yaitu memahami makna dominan yang berkembang dalam narasi media sosial tetapi menolak pemaknaan tersebut dan membangun interpretasi alternatif berdasarkan pertimbangan moral, sosial, dan hukum. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Generasi Z Keturunan Tionghoa tidak bertindak sebagai khalayak pasif dalam menerima pesan media, melainkan secara aktif melakukan proses interpretasi dan negosiasi makna terhadap isu politik yang berkembang di media sosial.

Item Type: Thesis (Bachelor Thesis)
Creators: Ernest, Ernest (00000068813)
Contributors: Anugrah Bangun, Cendera Rizky
Keywords: Analisis Resepsi, Penjarahan, Generasi Z, Media Sosial,
Subjects: 300 Social Sciences
Divisions: Faculty of Communication > Strategic Communication
Date Deposited: 25 Jul 2026 07:59
URI: https://kc.umn.ac.id/id/eprint/48120

Actions (login required)

View Item View Item