⭐ Puji Lestari, Rohma (2026) Resiliensi Komunikasi Gen Z Pasca-Konflik Pernikahan melalui Disrupsi Narasi #marriageisscary di TikTok. Bachelor Thesis, Universitas Multimedia Nusantara.
|
PDF
HALAMAN_AWAL.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
PDF
BAB_I.pdf Restricted to Registered users only Download (424kB) |
|
|
PDF
BAB_II.pdf Restricted to Registered users only Download (699kB) |
|
|
PDF
BAB_III.pdf Restricted to Registered users only Download (463kB) |
|
|
PDF
BAB_IV.pdf Restricted to Registered users only Download (513kB) |
|
|
PDF
BAB_V.pdf Restricted to Registered users only Download (195kB) |
|
|
PDF
DAFTAR_PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (424kB) |
|
|
PDF
LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
|
|
Archive (ZIP)
00000071550_2521_LembarPengesahan.pdf Restricted to Registered users only Download (65kB) |
Abstract
Tingginya angka krisis rumah tangga yang beririsan dengan disrupsi narasi digital melalui tren #marriageisscary di platform TikTok memicu ketakutan kolektif Gen Z akan sebuah pernikahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi resiliensi komunikasi Gen Z penyintas konflik pernikahan dalam merespons narasi digital #marriageisscary di TikTok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologi sosial Alfred Schutz. Seluruh pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur kepada empat informan yang dipilih menggunakan teknik purposive dan snowball sampling, serta dibedah menggunakan Communication Theory of Resilience (CTR) dan Social Cognitive Theory (SCT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma TikTok bertindak secara agresif dalam memvalidasi trauma masa lalu informan terkait konflik pernikahan yang diakibatkan oleh beberapa faktor, diantaranya finansial, perselingkuhan, dan KDRT. Keempat informan memilih untuk bangkit dan membangun normalitas baru dengan menerapkan kelima aspek CTR pada kehidupan mereka saat ini. Resiliensi komunikasi diwujudkan dengan melakukan transisi jaringan komunikasi dari digital ke dunia nyata, memvalidasi setiap perasaan negatif yang ada dengan tindakan rasional, merumuskan logika dan pemahaman baru, menambatkan diri pada jangkar identitas saat ini, hingga berhasil dalam mengonstruksi normalitas dan batasan komunikasi baru. Penelitian ini memberikan implikasi praktis berupa dorongan peningkatan literasi digital dan persiapan pranikah, sekaligus memperkaya literatur terkait Human-Machine Communication pada budaya populer digital.
| Item Type: | Thesis (Bachelor Thesis) |
|---|---|
| Creators: | Puji Lestari, Rohma (00000071550) |
| Contributors: | Liliani Cakra Dewi, Helga |
| Keywords: | Gen Z, Marriage is Scary, Pasca-Konflik, Resiliensi Komunikasi, Tiktok |
| Subjects: | 300 Social Sciences |
| Divisions: | Faculty of Communication > Strategic Communication |
| Date Deposited: | 13 Aug 2026 09:34 |
| URI: | https://kc.umn.ac.id/id/eprint/48193 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
