Pengalaman Komunikasi Interpersonal Korban Child Grooming dalam Mengungkapkan Pengalaman kepada Orang Terdekat

Fortunata, Benedicta (2026) Pengalaman Komunikasi Interpersonal Korban Child Grooming dalam Mengungkapkan Pengalaman kepada Orang Terdekat. Bachelor Thesis, Universitas Multimedia Nusantara.

[img] PDF
HALAMAN_AWAL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (933kB)
[img] PDF
BAB_I.pdf

Download (238kB)
[img] PDF
BAB_II.pdf

Download (321kB)
[img] PDF
BAB_III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (217kB)
[img] PDF
BAB_IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (408kB)
[img] PDF
BAB_V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (167kB)
[img] PDF
DAFTAR_PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (166kB)
[img] PDF
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[img] Archive (ZIP)
00000068557_2521_LembarPengesahan.pdf
Restricted to Registered users only

Download (64kB)

Abstract

Child grooming merupakan fenomena manipulasi psikologis yang dilakukan orang dewasa terhadap anak melalui strategi komunikasi interpersonal bertahap guna membangun kepercayaan dan ketergantungan emosional yang berujung pada eksploitasi. Maraknya media sosial semakin memperluas ruang terjadinya praktik tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman komunikasi interpersonal korban child grooming dalam mengungkapkan pengalaman kepada orang terdekat, serta memaknai proses self-disclosure yang mereka lakukan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, melibatkan tiga partisipan yang merupakan korban child grooming. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan teknik analisis fenomenologis, meliputi deskripsi tematis, tekstural, dan struktural. Konsep yang digunakan meliputi komunikasi interpersonal, self-disclosure, dan child grooming. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengungkapan tidak terjadi secara spontan, melainkan melalui proses bertahap yang dipengaruhi hambatan internal seperti rasa takut tidak dipercaya, rasa malu, dan kekhawatiran terhadap respons negatif. Korban memilih orang terdekat berdasarkan rasa aman dan kepercayaan. Setelah melakukan pengungkapan, partisipan merasakan lega dan tidak lagi merasa sendirian. Kesimpulannya, self-disclosure bagi korban child grooming bukan sekadar komunikasi biasa, melainkan langkah penting untuk menolong diri, mencari dukungan, dan memulihkan kondisi emosional.

Item Type: Thesis (Bachelor Thesis)
Creators: Fortunata, Benedicta (00000068557)
Contributors: Gita Elmada, Maria Advenita
Keywords: Child Grooming, Komunikasi Interpersonal, self-disclosure, Fenomenologi, orban
Subjects: 300 Social Sciences
Divisions: Faculty of Communication > Strategic Communication
Date Deposited: 27 Jul 2026 07:59
URI: https://kc.umn.ac.id/id/eprint/48208

Actions (login required)

View Item View Item