Stephani, Joceline (2026) Makna Simbolik Istilah "Tuli" dan "Tunarungu" Menurut Individu Tuli: Studi Kasus Konten Kreator Tuli Generasi Z. Bachelor Thesis, Universitas Multimedia Nusantara.
|
PDF
HALAMAN_AWAL.pdf Restricted to Registered users only Download (976kB) |
|
|
PDF
BAB_I.pdf Download (591kB) |
|
|
PDF
BAB_II.pdf Download (361kB) |
|
|
PDF
BAB_III.pdf Restricted to Registered users only Download (207kB) |
|
|
PDF
BAB_IV.pdf Restricted to Registered users only Download (360kB) |
|
|
PDF
BAB_V.pdf Restricted to Registered users only Download (146kB) |
|
|
PDF
DAFTAR_PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (164kB) |
|
|
PDF
LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Archive (ZIP)
00000071032_2521_LembarPengesahan.pdf Restricted to Registered users only Download (63kB) |
Abstract
Penggunaan istilah seperti "Tuli" dan "tunarungu" sering kali memiliki makna yang berbeda bagi setiap individu atau kelompok. Masih ada beberapa orang dengar yang menggunakan panggilan berawalan "tunarungu" karena terdengar halus dan sopan. Namun, bagi penyandang disabilitas pendengaran panggilan tersebut memiliki arti yang berbeda. Penelitian kualitatif interpretatif dengan studi kasus ini bertujuan mengeksplorasi proses pembentukan makna istilah "Tuli" dan "tunarungu" melalui pengalaman hidup yang dialami oleh individu Tuli, khususnya konten kreator Tuli sebagai individu yang tidak hanya mengalami fenomena tersebut, tetapi juga aktif menyuarakan identitas dirinya di ruang publik digital. Teori interaksionisme simbolik oleh George Herbert Mead digunakan untuk mengkaji penelitian ini. Teori ini menjelaskan bagaimana sebuah makna diciptakan melalui interaksi sosial, bukan muncul secara alami. Dalam teori ini terdapat tiga konsep utama yang saling berkaitan, yaitu mind, self, dan society. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perubahan penggunaan istilah yang mulanya menggunakan "tunarungu" bergeser menjadi "Tuli" setelah berinteraksi dengan komunitas. Terbentuknya Self "I" yang bertindak dengan melakukan koreksi dan edukasi terhadap penggunaan istilah "tunarungu". Sedangkan, Self "Me"masa lalu terbentuk dikarenakan terbiasa dan menerima panggilan "tunarungu", kemudian berkembang menjadi Self "Me" masa kini yang bangga menggunakan istilah "Tuli" sebagai bagian dari identitas diri. Terbentuknya generalized other oleh institusi medis dan pendidikan yang lebih sering menggunakan istilah "tunarungu". Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemaknaan istilah "Tuli" dan "tunarungu" bagi individu Tuli terbentuk dan dapat berubah melalui interaksi sosial yang berlangsung di dalam lingkungan sosialnya.
| Item Type: | Thesis (Bachelor Thesis) |
|---|---|
| Creators: | Stephani, Joceline (00000071032) |
| Contributors: | Tjokrodinata, Charlie (0324098002) |
| Keywords: | Interaksionisme Simbolik, Mind, Self, Society, Tuli, Tunarungu |
| Subjects: | 300 Social Sciences |
| Divisions: | Faculty of Communication > Strategic Communication |
| Date Deposited: | 27 Jul 2026 08:01 |
| URI: | https://kc.umn.ac.id/id/eprint/48218 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
