Felicia, Felicia (2026) Analisis Dinamika Komunikasi Kesehatan dalam Pelayanan BPJS di Puskesmas Sandai. Bachelor Thesis, Universitas Multimedia Nusantara.
|
PDF
HALAMAN_AWAL.pdf Restricted to Registered users only Download (533kB) |
|
|
PDF
BAB_I.pdf Download (436kB) |
|
|
PDF
BAB_II.pdf Download (682kB) |
|
|
PDF
BAB_III.pdf Restricted to Registered users only Download (506kB) |
|
|
PDF
BAB_IV.pdf Restricted to Registered users only Download (876kB) |
|
|
PDF
BAB_V.pdf Restricted to Registered users only Download (324kB) |
|
|
PDF
DAFTAR_PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (356kB) |
|
|
PDF
LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) |
|
|
Archive (ZIP)
00000073148_2521_LembarPengesahan.pdf Restricted to Registered users only Download (65kB) |
Abstract
Komunikasi kesehatan memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan penyelenggaraan layanan BPJS Kesehatan, khususnya di fasilitas kesehatan tingkat primer wilayah pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses komunikasi interpersonal antara tenaga kesehatan dan peserta BPJS, peran dimensi Health Communication Environment (HCE), serta konstruksi makna pelayanan BPJS di Puskesmas Sandai, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus Robert E. Stake. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap sebelas informan yang terdiri atas Kepala Puskesmas, petugas administrasi BPJS, tiga tenaga kesehatan, dan enam peserta BPJS, serta didukung oleh observasi alur pelayanan dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teori komunikasi interpersonal oleh West dan Turner (2010), Health Communication Environment (HCE) Framework dari Schiavo (2014), serta perspektif konstruktivisme sosial dari Vivien Burr (2015). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal berlangsung sebagai bentuk negosiasi adaptif melalui penggunaan dialek daerah, penjelasan berulang, pelibatan keluarga sebagai navigator komunikasi, dan bantuan administratif langsung. Praktik komunikasi ini dibentuk oleh interaksi keempat dimensi HCE yang secara spasial berkelompok dan menghasilkan Peta Titik Rawan Miskomunikasi (Miscommunication Hotspot Map) pada tiga titik kritis alur pelayanan: loket pendaftaran, ruang periksa (poli), dan ruang rawat inap/UGD. Benturan antara regulasi dengan literasi masyarakat pedesaan tersebut pada akhirnya membentuk konstruksi makna pelayanan BPJS yang dinamis. Di satu sisi BPJS Kesehatan dimaknai sebagai jaminan rasa aman ekonomi, namun di sisi lain memicu resistensi akibat kendala logistik obat dan asimetri informasi informal (rumor) di lingkungan sosial masyarakat.
| Item Type: | Thesis (Bachelor Thesis) |
|---|---|
| Creators: | Felicia, Felicia (00000073148) |
| Contributors: | Hary Perdana, Inco |
| Keywords: | komunikasi kesehatan, negosiasi adaptif, Health Communication Environment, Miscommunication Hotspot Map, konstruktivisme sosial. |
| Subjects: | 300 Social Sciences |
| Divisions: | Faculty of Communication > Strategic Communication |
| Date Deposited: | 27 Jul 2026 08:02 |
| URI: | https://kc.umn.ac.id/id/eprint/48225 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
