Theophilus Soelaiman, Hope (2026) Pengelolaan Privasi dan Self Disclosure Perempuan yang Mengalami Perselingkuhan dalam Pernikahan. Bachelor Thesis, Universitas Multimedia Nusantara.
|
PDF
HALAMAN_AWAL.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
PDF
BAB_I.pdf Download (336kB) |
|
|
PDF
BAB_II.pdf Download (475kB) |
|
|
PDF
BAB_III.pdf Restricted to Registered users only Download (260kB) |
|
|
PDF
BAB_IV.pdf Restricted to Registered users only Download (444kB) |
|
|
PDF
BAB_V.pdf Restricted to Registered users only Download (250kB) |
|
|
PDF
DAFTAR_PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (238kB) |
|
|
PDF
LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Archive (ZIP)
00000071173_2521_LembarPengesahan.pdf Restricted to Registered users only Download (65kB) |
Abstract
Perselingkuhan dalam pernikahan merupakan salah satu pemicu utama perceraian di Indonesia, dengan mayoritas gugatan diajukan oleh pihak istri. Perempuan korban perselingkuhan menghadapi tekanan berlapis untuk terbuka, di satu sisi membutuhkan dukungan emosional melalui self-disclosure, namun di sisi lain terhambat oleh budaya patriarki, stigma sosial, dan risiko victim blaming. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perempuan korban perselingkuhan mengelola batas privasi mereka, serta faktor-faktor apa saja yang memengaruhi keputusan untuk melakukan self-disclosure. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivis dan metode studi kasus dari Stake (2010), melalui wawancara mendalam terhadap tiga partisipan perempuan berusia 2545 tahun yang telah melakukan self-disclsoure atas pengalaman perselingkuhan, baik secara privat maupun publik. Kerangka teoritis yang digunakan adalah Communication Privacy Management (CPM) Theory dari Petronio (2002) dan konsep self-disclosure dari DeVito (2016). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga partisipan melakukan pengelolaan privasi yang sangat selektif dengan mempertimbangkan siapa yang dipercaya, seberapa banyak informasi yang dibagikan, serta melalui saluran komunikasi apa cerita disampaikan. Motivasi self- disclosure partisipan terbukti bervariasi dan kompleks, mulai dari pencarian validasi emosional dan pembelaan diri, hingga penggunaan pengungkapan publik di media sosial sebagai instrumen sanksi sosial untuk mempermalukan pelaku sekaligus strategi mempercepat proses perceraian. Kelima prinsip CPM Theory yaitu privacy ownership, privacy rules, co-ownership, boundary coordination, dan boundary turbulence terbukti hadir secara nyata dalam pengalaman ketiga partisipan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keterbukaan diri perempuan korban perselingkuhan merupakan proses komunikasi yang kompleks, penuh pertimbangan, dan pada akhirnya berkontribusi pada pertumbuhan dan transformasi diri pasca-trauma.
| Item Type: | Thesis (Bachelor Thesis) |
|---|---|
| Creators: | Theophilus Soelaiman, Hope (00000071173) |
| Contributors: | Primadini, Intan |
| Keywords: | Communication Privacy Management Theory, Pengelolaan Privasi, Perselingkuhan, Perempuan, Self-Disclosure |
| Subjects: | 300 Social Sciences |
| Divisions: | Faculty of Communication > Strategic Communication |
| Date Deposited: | 27 Jul 2026 12:01 |
| URI: | https://kc.umn.ac.id/id/eprint/48256 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
