Seruni Kartika Putri, Komang (2026) Representasi Kerentanan dalam Video Klip Amin Paling Serius. Bachelor Thesis, Universitas Multimedia Nusantara.
|
PDF
HALAMAN_AWAL.pdf Restricted to Registered users only Download (340kB) |
|
|
PDF
BAB_I.pdf Download (222kB) |
|
|
PDF
BAB_II.pdf Download (400kB) |
|
|
PDF
BAB_III.pdf Restricted to Registered users only Download (490kB) |
|
|
PDF
BAB_IV.pdf Restricted to Registered users only Download (703kB) |
|
|
PDF
BAB_V.pdf Restricted to Registered users only Download (219kB) |
|
|
PDF
DAFTAR_PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (208kB) |
|
|
PDF
LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Archive (ZIP)
00000072700_2521_LembarPengesahan.pdf Restricted to Registered users only Download (64kB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan video klip musik yang telah bertransformasi dari sekadar alat promosi menjadi teks multimodal yang kompleks untuk menyampaikan pesan afektif mengenai pengalaman emosional manusia. Di era digital, visualisasi emosi sering kali terjebak dalam komodifikasi yang superfisial. Oleh karena itu, penelitian ini mengangkat video klip "Amin Paling Serius" karya Sal Priadi yang memprioritaskan kekuatan narasi metaforis melalui orkestrasi tanda yang unik. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi representamen metafora "Badai" dan "Rembulan" melalui kesatuan elemen visual, lirik, dan musik; menganalisis keterkaitan tanda tersebut dengan objek rujukan; serta menelusuri proses pemaknaan (interpretan) melalui simbol doa "Amin". Kerangka teoretis yang digunakan mencakup semiotika triadik Charles Sanders Peirce, intersemiosis multimodal, metafora konseptual, dan metakomunikasi. Metode yang diterapkan adalah studi kasus kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis wacana multimodal. Hasil analisis pada 26 unit signifikansi (hotspots) menunjukkan adanya sinkronisasi antarmoda yang disiplin. Penelitian ini menemukan bahwa metafora "Badai" dijangkar pada memori trauma perpisahan orang tua, sementara metafora "Rembulan" merepresentasikan fasad idealitas yang rapuh. Kedua metafora tersebut disatukan melalui simbol "Amin" sebagai sacred script yang menghasilkan narasi penerimaan diri dan pemulihan batin. Temuan ini menunjukkan bahwa intersemiosis antarmoda mampu mengonstruksi representasi kerentanan (vulnerability) yang mendalam dan autentik dalam sebuah teks media.
| Item Type: | Thesis (Bachelor Thesis) |
|---|---|
| Creators: | Seruni Kartika Putri, Komang (00000072700) |
| Contributors: | Hary Perdana, Inco |
| Keywords: | Semiotika Peirce, Multimodalitas, Kerentanan, Metafora, Amin Paling Serius. |
| Subjects: | 300 Social Sciences |
| Divisions: | Faculty of Communication > Strategic Communication |
| Date Deposited: | 28 Jul 2026 12:10 |
| URI: | https://kc.umn.ac.id/id/eprint/48387 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
