Konstruksi Makna Hubungan Beda Agama di Tangerang

Yeta Putri, Magdalena (2026) Konstruksi Makna Hubungan Beda Agama di Tangerang. Bachelor Thesis, Universitas Multimedia Nusantara.

[img] PDF
HALAMAN_AWAL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] PDF
BAB_I.pdf

Download (426kB)
[img] PDF
BAB_II.pdf

Download (644kB)
[img] PDF
BAB_III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (348kB)
[img] PDF
BAB_IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (426kB)
[img] PDF
BAB_V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (299kB)
[img] PDF
DAFTAR_PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (287kB)
[img] PDF
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Archive (ZIP)
00000075447_2521_LembarPengesahan.pdf
Restricted to Registered users only

Download (64kB)

Abstract

Fenomena hubungan romantis beda agama masih menjadi isu yang menarik untuk dikaji karena sering kali dihadapkan pada berbagai tantangan, baik yang berasal dari perbedaan keyakinan maupun tekanan sosial dari keluarga dan lingkungan. Meskipun demikian, sejumlah pasangan tetap memilih mempertahankan hubungan tersebut dan membangun pemaknaan tersendiri terhadap hubungan yang dijalani. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana konstruksi makna terhadap hubungan beda agama dibentuk melalui komunikasi interpersonal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan landasan Teori Interaksi Simbolik dari Herbert Blumer. Informan dalam penelitian terdiri dari dua pasangan yang sedang menjalani atau telah menjalani hubungan beda agama. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi makna hubungan beda agama terbentuk melalui proses interaksi sosial yang berlangsung secara terus-menerus dalam hubungan. Komunikasi interpersonal menjadi sarana utama bagi pasangan untuk membangun kedekatan, saling memahami, dan mengelola perbedaan keyakinan. Proses self-disclosure memungkinkan pasangan mengungkapkan identitas, nilai, serta pandangan hidup masing-masing sehingga tercipta rasa saling percaya. Selain itu, pasangan juga menghadapi berbagai hambatan berupa kurangnya restu orang tua, tekanan lingkungan sosial, serta ketidakpastian mengenai masa depan hubuteknik ngan. Namun, melalui proses interpretasi terhadap pengalaman yang dialami, pasangan mengembangkan sikap toleransi, keterbukaan diri, dan perjuangan bersama yang dapat memperkuat hubungan apabila dijalani dengan komunikasi yang baik, komitmen, dan rasa saling menghormati.

Item Type: Thesis (Bachelor Thesis)
Creators: Yeta Putri, Magdalena (00000075447)
Contributors: Nurhayati, Kristina
Keywords: hubungan beda agama, interaksi simbolik, komunikasi interpersonal, konstruksi makna, keterbukaan diri. x Konstruksi Makna Hubungan..., Magdalena Yeta Putri, Universitas Multimedia Nusantara
Subjects: 300 Social Sciences
Divisions: Faculty of Communication > Strategic Communication
Date Deposited: 28 Jul 2026 12:13
URI: https://kc.umn.ac.id/id/eprint/48411

Actions (login required)

View Item View Item