Perbedaan Penilaian Audiens terhadap Kualitas Produk Jurnalistik Media Mainstream dan Newsfluencer di Media Sosial

Purwakaputra .A., Ryan (2026) Perbedaan Penilaian Audiens terhadap Kualitas Produk Jurnalistik Media Mainstream dan Newsfluencer di Media Sosial. Bachelor Thesis, Universitas Multimedia Nusantara.

[img] PDF
HALAMAN_AWAL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (640kB)
[img] PDF
BAB_I.pdf

Download (232kB)
[img] PDF
BAB_II.pdf

Download (314kB)
[img] PDF
BAB_III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (304kB)
[img] PDF
BAB_IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (428kB)
[img] PDF
BAB_V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (228kB)
[img] PDF
DAFTAR_PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (223kB)
[img] PDF
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB)
[img] Archive (ZIP)
00000075943_2521_LembarPengesahan.pdf
Restricted to Registered users only

Download (65kB)

Abstract

Media sosial memberikan kesempatan kepada siapa pun untuk menjadi pengunggah berita. Dari organisasi media berita mainstream hingga individu yang disebut sebagai newsfluencer. Konten newsfluencer cenderung lebih populer karena sifatnya lebih menghibur dan menarik audiens luas. Strategi yang dikenal sebagai istilah creator-first approach lalu diadopsi media mainstream untuk menyesuaikan format berita mereka. Karena strategi ini punya cara kerja yang memberikan kebebasan kreatif pada jurnalisnya. Tentu akan diikuti dengan perubahan dan penataan ulang pembuatan berita dan kriteria kualitas berita di media sosial. Salah satu platform yang populer adalah Tiktok. Berdasarkan kasus ini, peneliti ini ingin menguji perbedaan persepsi audiens Jabodetabek terhadap kualitas berita antara media mainstream dengan newsfluencer di TikTok. Metode yang dipakai peneliti menggunakan desain eksperiment post-test dengan membuat dua kelompok. Kelompok pertama sebagai kelompok eksperimen menerima treatment berupa tiga video pendek dari newsfluencer dan kelompok kedua menjadi kelompok kontrol yang menerima treatment dari tiga video pendek media mainstream. Peneliti memakai responden dengan kriteria; berumur 18-24 tahun, berdomisili Jabodetabek, dan menggunakan media sosial. Setelah terpapar treatment, responden mengisi formulir daring tentang instrumen penilaian persepsi audiens terhadap kualitas berita untuk mengukur relevansi, kontekstualisasi, profesionalitas, dan diversifikasi. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data tidak terdistribusi dengan normal, sehingga penelitian harus menggunakan uji nonparametris berupa Mann-Whitney U Test untuk menguji perbedaan antara kedua kelompok. Hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan persepsi audiens antara newsfluencer dengan media mainstream tentang kualitas berita. Kesimpulan ini didasarkan dari nilai signifikansi lebih besar dibandingkan p-value Mann-Whitney (p>0.05). Meskipun media mainstream menunjukkan beberapa keunggulan di relevansi dan diversifikasi, newsfluencer berhasil untuk mendekati media mainstream dalam kontekstualisasi dan profesionalitas. Kesimpulan perbedaan persepsi kualitas berita antara media mainstream dengan newsfluencer tidak signifikan, walaupun terdapat keunggulan pada beberapa dimensi. Untuk penelitian selanjutnya, peneliti menyarankan menambah variabel, mendesain metodologi eksperimen lain, dan memperbesar jumlah sampel penelitian. Saran ini diharapkan dapat menghasilkan temuan tambahan yang menggambarkan perbedaan atau persamaan antara media mainstream dengan newsfluencer yang signifikan.

Item Type: Thesis (Bachelor Thesis)
Creators: Purwakaputra .A., Ryan (00000075943)
Contributors: Panji Setianto, Yearry
Keywords: Media Sosial, Kualitas Berita, Newsfluencer, TikTok, Eksperimen Post-Test
Subjects: 000 Computer Science, Information and General Works > 070 News Media, Journalism and Publishing
Divisions: Faculty of Communication > Digital Journalism
Date Deposited: 28 Jul 2026 12:14
URI: https://kc.umn.ac.id/id/eprint/48420

Actions (login required)

View Item View Item