Rizki Camila, Octaria (2026) Pengurangan Ketidakpastian dalam Hubungan Situationship pada Generasi Z. Bachelor Thesis, Universitas Multimedia Nusantara.
|
PDF
HALAMAN_AWAL.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) |
|
|
PDF
BAB_I.pdf Download (3MB) |
|
|
PDF
BAB_II.pdf Download (471kB) |
|
|
PDF
BAB_III.pdf Restricted to Registered users only Download (325kB) |
|
|
PDF
BAB_IV.pdf Restricted to Registered users only Download (916kB) |
|
|
PDF
BAB_V.pdf Restricted to Registered users only Download (256kB) |
|
|
PDF
DAFTAR_PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (211kB) |
|
|
PDF
LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Archive (ZIP)
00000079905_2521_LembarPengesahan.pdf Restricted to Registered users only Download (65kB) |
Abstract
Fenomena situationship semakin banyak dibicarakan dalam diskursus populer dan kajian mengenai hubungan romantis Generasi Z. Situationship adalah kondisi hubungan yang ditandai oleh kedekatan emosional tanpa kejelasan status maupun komitmen sehingga dapat memunculkan ketidakpastian mengenai pasangan dan hubungan yang dijalani. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana Generasi Z menggunakan berbagai strategi komunikasi dalam mengelola ketidakpastian selama menjalani hubungan situationship. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap lima informan Generasi Z yang memiliki pengalaman menjalani situationship. Penelitian ini menggunakan Uncertainty Reduction Theory untuk menganalisis strategi pengurangan ketidakpastian serta konsep Stages of Relationship DeVito sebagai kerangka bantu untuk memahami dinamika hubungan tanpa menempatkannya sebagai tahapan yang harus berlangsung secara linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakpastian bersifat dinamis dan berubah seiring perkembangan hubungan, mulai dari ketidakpastian mengenai karakter dan perilaku pasangan hingga berkembang menjadi ketidakpastian mengenai perasaan, status, ekspektasi, dan keberlanjutan hubungan. Informan menggunakan passive, active, dan interactive strategy untuk memperoleh informasi, tetapi strategi tersebut tidak selalu menghasilkan kepastian dan dalam kondisi tertentu justru dapat memunculkan ketidakpastian baru. Kedekatan emosional dan keterbukaan diri juga tidak selalu diikuti oleh meningkatnya kepastian relasional karena informan dapat membangun karakteristik intimacy tanpa memiliki komitmen yang jelas. Selain itu, perkembangan hubungan tidak selalu berlangsung secara linear dan setiap informan menunjukkan pola pengalaman yang berbeda. Temuan pada lima informan menunjukkan bahwa komunikasi dapat memiliki peran ganda, yaitu mengurangi ketidakpastian melalui perolehan informasi dan klarifikasi, tetapi juga dapat meningkatkan ketidakpastian ketika informasi yang diperoleh ambigu atau tidak konsisten dengan perilaku pasangan. Pada akhir hubungan, kepastian juga diperoleh secara beragam, mulai dari komunikasi penutup secara langsung hingga berakhirnya interaksi yang masih menyisakan ambiguitas.
| Item Type: | Thesis (Bachelor Thesis) |
|---|---|
| Creators: | Rizki Camila, Octaria (00000079905) |
| Contributors: | Gita Elmada, Maria Advenita |
| Keywords: | Generasi Z, Hubungan Interpersonal, Ketidakpastian Relasional, Situationship, Uncertainty Reduction Theory |
| Subjects: | 300 Social Sciences |
| Divisions: | Faculty of Communication > Strategic Communication |
| Date Deposited: | 28 Jul 2026 12:18 |
| URI: | https://kc.umn.ac.id/id/eprint/48448 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
