⭐ Amaya Vondra, Kenzie (2026) Pengalaman Fear of Missing Out dan Ekspresi Identitas Generasi Z melalui Tren Polaroid Ai di TikTok. Bachelor Thesis, Universitas Multimedia Nusantara.
|
PDF
HALAMAN_AWAL.pdf Restricted to Registered users only Download (556kB) |
|
|
PDF
BAB_I.pdf Download (277kB) |
|
|
PDF
BAB_II.pdf Download (271kB) |
|
|
PDF
BAB_III.pdf Restricted to Registered users only Download (228kB) |
|
|
PDF
BAB_IV.pdf Restricted to Registered users only Download (594kB) |
|
|
PDF
BAB_V.pdf Restricted to Registered users only Download (162kB) |
|
|
PDF
DAFTAR_PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (206kB) |
|
|
PDF
LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
|
|
Archive (ZIP)
00000068124_2521_LembarPengesahan.pdf Restricted to Registered users only Download (64kB) |
Abstract
Perkembangan media sosial dan teknologi kecerdasan buatan telah mendorong munculnya berbagai tren digital di TikTok, salah satunya tren Polaroid AI yang populer di kalangan Generasi Z. Tren ini memungkinkan pengguna mengubah foto pribadi menjadi visual bergaya polaroid dengan bantuan Artificial Intelligence (AI) dan membagikannya melalui TikTok. Tingginya partisipasi Generasi Z dalam tren tersebut menunjukkan bahwa TikTok menjadi ruang penting dalam keterlibatan pengguna pada berbagai fenomena digital. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman Fear of Missing Out (FoMO) dan ekspresi identitas Generasi Z melalui tren Polaroid AI di TikTok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi transendental. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap enam partisipan Generasi Z yang aktif menggunakan TikTok dan pernah mengikuti tren Polaroid AI. Analisis data dilakukan menggunakan langkah fenomenologi Moustakas dengan Social Comparison Theory sebagai landasan teoritis untuk memahami pengalaman partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan Generasi Z dalam tren Polaroid AI tidak selalu didorong oleh Fear of Missing Out,tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai motivasi lain, seperti rasa ingin tahu terhadap perkembangan Artificial Intelligence, ketertarikan terhadap hasil visual, keinginan mengikuti tren yang sedang berkembang, serta dorongan untuk bereksplorasi. Terlepas dari perbedaan motivasi tersebut, tren Polaroid AI dimaknai sebagai ruang untuk mengekspresikan identitas melalui representasi pengalaman hidup, preferensi personal, kreativitas, hubungan emosional, dan citra diri di ruang digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tren Polaroid AI tidak hanya menjadi fenomena digital berbasis Artificial Intelligence, tetapi juga menjadi medium komunikasi bagi Generasi Z untuk membangun makna dan merepresentasikan identitas diri melalui pengalaman yang ditampilkan di ruang digital.
| Item Type: | Thesis (Bachelor Thesis) |
|---|---|
| Creators: | Amaya Vondra, Kenzie (00000068124) |
| Contributors: | Rizka Angelia, Chininta |
| Keywords: | Ekspresi Identitas, Fear of Missing Out, Generasi Z, Komunikasi Digital, Polaroid AI. Pengalaman Fear of ..., Kenzie Amaya Vondra, Universitas Multimedia Nusantara |
| Subjects: | 300 Social Sciences |
| Divisions: | Faculty of Communication > Strategic Communication |
| Date Deposited: | 29 Jul 2026 11:58 |
| URI: | https://kc.umn.ac.id/id/eprint/48616 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
