Manajemen Privasi Komunikasi dan Pengungkapan Diri Korban Deepfake Berbasis Peniruan Identitas (Studi Kasus pada Content Creator Perempuan di Media Sosial)

Eleonora Muklin, Alyssa (2026) Manajemen Privasi Komunikasi dan Pengungkapan Diri Korban Deepfake Berbasis Peniruan Identitas (Studi Kasus pada Content Creator Perempuan di Media Sosial). Bachelor Thesis, Universitas Multimedia Nusantara.

[img] PDF
HALAMAN_AWAL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] PDF
BAB_I.pdf

Download (350kB)
[img] PDF
BAB_II.pdf

Download (468kB)
[img] PDF
BAB_III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (265kB)
[img] PDF
BAB_IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (348kB)
[img] PDF
BAB_V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (279kB)
[img] PDF
DAFTAR_PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (218kB)
[img] PDF
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (588kB)
[img] Archive (ZIP)
00000071839_2521_LembarPengesahan.pdf
Restricted to Registered users only

Download (65kB)

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan melahirkan deepfake, yaitu manipulasi citra dan suara yang menyerupai individu tertentu secara realistis. Ketika manipulasi tersebut menggunakan identitas orang yang benar-benar ada, korban tidak hanya kehilangan kendali atas citra dirinya, tetapi juga dihadapkan pada keputusan yang sulit mengenai kepada siapa, kapan, dan sejauh mana pengalaman tersebut dapat diceritakan. Komnas Perempuan (2026) mencatat Kekerasan Berbasis Gender Online sebagai bentuk kekerasan ranah publik paling dominan sepanjang 2025 dengan 1.091 kasus, sebagian besar bermuatan seksual, dengan korban terbanyak berada pada rentang usia 18­24 tahun. Meskipun demikian, kajian deepfake di Indonesia masih didominasi perspektif hukum, sementara pengalaman korban dalam mengomunikasikan peristiwa yang dialaminya belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan memahami pengalaman korban deepfake berbasis peniruan identitas dalam melakukan pengungkapan diri. Penelitian menggunakan paradigma post-positivisme dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode studi kasus tunggal holistik dari Robert K. Yin. Teori Manajemen Privasi Komunikasi (Communication Privacy Management) dari Sandra Petronio digunakan sebagai landasan teori, sementara konsep pengungkapan diri (self-disclosure) dari Joseph A. DeVito digunakan sebagai landasan konsep. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi non-partisipan, dan dokumentasi, dengan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber serta pemeriksaan anggota. Analisis data menggunakan teknik pencocokan pola (pattern matching).

Item Type: Thesis (Bachelor Thesis)
Creators: Eleonora Muklin, Alyssa (00000071839)
Contributors: Mauldina, Siti Fifthya
Keywords: deepfake, manajemen privasi komunikasi, pengungkapan diri, korban, studi kasus
Subjects: 300 Social Sciences
Divisions: Faculty of Communication > Strategic Communication
Date Deposited: 30 Jul 2026 12:00
URI: https://kc.umn.ac.id/id/eprint/48865

Actions (login required)

View Item View Item