Dyah Veronica, Anita (2026) Budaya Partisipatif dalam Komunitas Graffiti Ladies on Wall: Pendekatan Etnografi Komunikasi. Bachelor Thesis, Universitas Multimedia Nusantara.
|
PDF
HALAMAN_AWAL.pdf Restricted to Registered users only Download (792kB) |
|
|
PDF
BAB_I.pdf Download (448kB) |
|
|
PDF
BAB_II.pdf Download (346kB) |
|
|
PDF
BAB_III.pdf Restricted to Registered users only Download (289kB) |
|
|
PDF
BAB_IV.pdf Restricted to Registered users only Download (424kB) |
|
|
PDF
BAB_V.pdf Restricted to Registered users only Download (215kB) |
|
|
PDF
DAFTAR_PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (177kB) |
|
|
PDF
LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
|
|
Archive (ZIP)
00000077603_2521_LembarPengesahan.pdf Restricted to Registered users only Download (66kB) |
Abstract
Grafiti kerap dipandang sebagai vandalisme di ruang publik, namun di balik stigma tersebut, grafiti tumbuh menjadi kegiatan kolektif yang melahirkan interaksi sosial dan mempererat komunitas. Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana budaya partisipatif terbentuk dan dipraktikkan melalui komunikasi antaranggota dalam komunitas grafiti Ladies on Wall, komunitas grafiti perempuan pertama di Indonesia yang berdiri sejak 2014 dan beroperasi di wilayah Jabodetabek. Penelitian menggunakan paradigma konstruktivis dengan metode etnografi komunikasi, dilaksanakan selama November 2025 hingga Mei 2026. Data dikumpulkan dari lima informan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam semi-terstruktur, dan dokumentasi aktivitas komunitas. Analisis menggunakan model SPEAKING Hymes (1974) untuk mengurai peristiwa tutur, yang hasilnya ditafsirkan melalui konsep budaya partisipatif Jenkins et al. (2009). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas Ladies on Wall menggunakan empat saluran komunikasi secara situasional: grup WhatsApp sebagai ruang koordinasi sekaligus ruang sosial, pertemuan daring untuk perencanaan intensif, komunikasi tatap muka dalam sesi jamming yang lebih spontan dan kaya dimensi nonverbal, serta komunikasi antarpersonal untuk hal-hal yang tidak nyaman disampaikan di forum bersama. Kelima karakteristik budaya partisipatif Jenkins et al. teridentifikasi, namun dengan variasi dan ketimpangan: hambatan partisipasi secara formal rendah tetapi hambatan informal berupa perbedaan keterampilan teknis, peran domestik, dan kedekatan sosial tetap beroperasi; pendampingan informal berlangsung alami dalam sesi jamming namun tidak terprogram; keterhubungan sosial menjadi karakteristik yang paling konsisten. Penelitian ini juga menemukan ketegangan antara prinsip keterbukaan formal dengan otoritas informal pendiri dan kecenderungan penyesuaian pendapat mengikuti konsensus. Budaya partisipatif Ladies on Wall bersifat berbasis proyek, relatif cair, dan secara formal terbuka, tetapi tidak sepenuhnya merata dalam praktik.
| Item Type: | Thesis (Bachelor Thesis) |
|---|---|
| Creators: | Dyah Veronica, Anita (00000077603) |
| Contributors: | Seto Wahjuwibowo, Indiwan |
| Keywords: | Budaya Partisipatif, Komunitas Grafiti, Etnografi Komunikasi, Ladies on Wall, Pola Komunikasi |
| Subjects: | 300 Social Sciences |
| Divisions: | Faculty of Communication > Strategic Communication |
| Date Deposited: | 30 Jul 2026 12:01 |
| URI: | https://kc.umn.ac.id/id/eprint/48874 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
