Perilaku Silent Treatment sebagai Bentuk Komunikasi Interpersonal Laki-laki Generasi Z dalam Konflik Hubungan Romantis

Keleasha Ethania, Glennda (2026) Perilaku Silent Treatment sebagai Bentuk Komunikasi Interpersonal Laki-laki Generasi Z dalam Konflik Hubungan Romantis. Bachelor Thesis, Universitas Multimedia Nusantara.

[img] PDF
HALAMAN_AWAL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (13MB)
[img] PDF
BAB_I.pdf

Download (1MB)
[img] PDF
BAB_II.pdf

Download (1MB)
[img] PDF
BAB_III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (643kB)
[img] PDF
BAB_IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (790kB)
[img] PDF
BAB_V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (608kB)
[img] PDF
DAFTAR_PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (619kB)
[img] PDF
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (11MB)
[img] Archive (ZIP)
00000055548_2521_LembarPengesahan.pdf
Restricted to Registered users only

Download (66kB)

Abstract

Silent treatment menjadi salah satu strategi komunikasi yang digunakan laki-laki generasi Z dalam menghadapi konflik hubungan romantis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivis dan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap lima informan laki-laki generasi Z di Tangerang yang pernah melakukan silent treatment terhadap pasangannya. Analisis dilakukan dengan menggunakan konsep Social Exchange Theory, konstruksi gender, dan komunikasi interpersonal. Temuan menunjukkan bahwa informan memaknai silent treatment sebagai bentuk kontrol atas jalannya komunikasi. Perilaku diam tersebut juga menjadi cara mengelola emosi yang sulit diungkapkan secara verbal, serta ungkapan kemarahan yang tidak disampaikan secara langsung. Bagi sebagian informan, silent treatment bahkan menjadi bentuk hukuman terhadap pasangan. Tindakan ini dinilai memberikan keuntungan berupa ketenangan emosional dan ruang pribadi, meski di sisi lain turut menimbulkan kerugian seperti kecemasan dan merenggangnya komunikasi dengan pasangan. Motif di balik perilaku ini banyak berakar pada konstruksi gender yang menempatkan laki-laki sebagai pihak yang harus tampak dominan dan terkontrol. Meski silent treatment menimbulkan ketegangan dalam hubungan, sebagian besar informan memilih bertahan karena menilai keuntungan dari hubungan tersebut masih lebih besar dibandingkan kerugian akibat konflik. Silent treatment pada laki- laki generasi Z bersifat multifungsi dan sangat dipengaruhi oleh konstruksi gender, namun berpotensi mengikis kedekatan emosional dalam hubungan apabila tidak diimbangi dengan ruang komunikasi yang lebih terbuka.

Item Type: Thesis (Bachelor Thesis)
Creators: Keleasha Ethania, Glennda (00000055548)
Contributors: Stephani, Nicky (0405099105)
Keywords: silent treatment, strategi komunikasi, laki-laki Generasi Z, konflik hubungan romantis, konstruksi gender
Subjects: 300 Social Sciences
Divisions: Faculty of Communication > Strategic Communication
Date Deposited: 03 Aug 2026 11:57
URI: https://kc.umn.ac.id/id/eprint/49246

Actions (login required)

View Item View Item