⭐ Karissa Putri, Lidvinidia (2022) Perancangan Kampanye Sosial Pemahaman Bagi Masyarakat di Pulau Jawa Mengenai Dampak Buruk Praktik Tes Keperawanan. Bachelor Thesis, Universitas Multimedia Nusantara.
|
Text
HALAMAN_AWAL.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (16MB) |
||
|
Text
DAFTAR_PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (385kB) |
||
|
Text
BAB_I.pdf Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (344kB) | Preview |
|
|
Text
BAB_II.pdf Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (680kB) | Preview |
|
|
Text
BAB_III.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (433kB) |
||
|
Text
BAB_IV.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (4MB) |
||
|
Text
BAB_V.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (247kB) |
||
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (1MB) |
Abstract
Walau kesetaraan gender semakin marak di era sekarang, tidak menutup kemungkinan diskriminasi terhadap perempuan masih dapat terjadi. Diskriminasi tersebut dapat berupa bentuk sebuah mitos yang dipercaya sebagian besar masyarakat patriarkis bahwa harga diri perempuan dapat dilihat dari bagaimana ia dapat menjaga keperawanannya. Mitos keperawanan tersebut tetap dipercaya hingga timbul bentuk diskriminasi yang lebih nyata yakni `tes keperawanan'. Tes yang dilakukan oleh instansi militer, sebagian besar instansi pemerintahan, perusahan dan lain-lain. Tes yang tidak terbukti secara medikal dan melanggar hak asasi tersebut masih tetap ada karena didasarkan alasan kaum patriarkis yang ingin menyeleksi bahwa hanya perempuan bermoral saja yang dapat lulus dan berbakti kepada negara/pemerintah. Tak sedikit perempuan yang menanggung beban trauma dan serangan psikologis karena hal tersebut. Maka dari itu penulis ingin merancang sebuah kampanye sosial dengan menggunakan metode pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif melalui penyebaran kuisioner dan wawancara ahli dengan harap masyarakat di Pulau Jawa khususnya masyarakat berumur 15-24 tahun agar dapat menyadari dampak buruk praktik tes kereperawanan.
Actions (login required)
![]() |
View Item |
