⭐ Rakyan Rangga Randhika, Gregorius (2022) Perancangan Buku Ilustrasi Keris Era Mataram. Bachelor Thesis, Universitas Multimedia Nusantara.
|
Text
HALAMAN_AWAL.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (575kB) |
||
|
Text
DAFTAR_PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (159kB) |
||
|
Text
BAB_I.pdf Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (337kB) | Preview |
|
|
Text
BAB_II.pdf Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (571kB) | Preview |
|
|
Text
BAB_III.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (497kB) |
||
|
Text
BAB_IV.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (906kB) |
||
|
Text
BAB_V.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (136kB) |
||
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (320kB) |
Abstract
Keris, merupakan salah satu peninggalan seni budaya yang sangat bernilai. Bukan hanya sebagai senjata tusuk, keris juga merupakan karya spiritual dari masa lalu yang memiliki filosofi dan makna yang dalam. Keris merupakan fenomena senjata tradisional Nusantara yang tercatat dalam UNESCO, Setidaknya ada lima belas suku di Indonesia memiliki keris dengan bentuk dan ciri khas masing masing yang dipengaruhi oleh era kerajaan-kerajaan yang berkuasa. Setiap era atau masa kerajaan mempunyai bentuk dan ciri khas yang berbeda-beda, dipengaruhi oleh keadaan politik, ekonomi, sosial pada waktu itu. Contohnya pada era kerajaan Mataram Islam terdapat berbagai era atau juga disebut tangguh. secara prinsip keris memiliki lima fungsi dalam masyarakat yaitu tradisi, fungsi sosial, seni, filosofi, dan mistis. Posisi keris sebagai benda spiritual dan simbolis hingga kini masih terlihat, contohnya setiap tahun di Keraton Surakarta dan Yogyakarta selalu mengadakan upacara dan kirab ritual pusaka keliling benteng, hal tersebetut dilakukan karena masyarakat jawa meyakini keris sebagai simbol "manunggaling kawulo Gusti" atau hubungan manusia kepada Tuhan terkandung dalam bilah keris, bahan yang digunakan untuk membuat keris juga memperkuat teori hubungan manusia kepada Tuhan dengan memadukan logam bumi sebagai simbol manusia dan logam langit sebagai simbol Tuhan alam semesta
Actions (login required)
![]() |
View Item |
