⭐ Mayta, Yolanda Emmatya (2022) Perancangan Brand Destination Kampung Laweyan di Kota Solo. Bachelor Thesis, Universitas Multimedia Nusantara.
|
Text
HALAMAN_AWAL.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (1MB) |
||
|
Text
DAFTAR_PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (261kB) |
||
|
Text
BAB_I.pdf Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (426kB) | Preview |
|
|
Text
BAB_II.pdf Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (2MB) | Preview |
|
|
Text
BAB_III.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (2MB) |
||
|
Text
BAB_IV.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (6MB) |
||
|
Text
BAB_V.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (307kB) |
||
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (6MB) |
Abstract
Solo merupakan kota yang masih kental dengan budaya aslinya, hal ini dapat dilihat dari struktur bangunannya yang masih dipertahankan hingga sekarang. Budaya ini masih dapat dirasakan pada beberapa kawasan di Kota Solo, salah satu kawasan tersebut adalah Kampung Laweyan. Sebagai salah satu cagar budaya, kawasan sudah ada sebelum terbentuknya Kerajaan Pajang (1568) sebagai pasar bahan baku tenun yang sangat ramai. Sampai saat ini, Kampung Laweyan menjadi satu-satunya kawasan pusat industri batik dan sejarah di Kota Solo yang sangat berpengaruh bagi laju ekonomi dan pariwisata. Dengan adanya potensi tersebut, kawasan ini dapat menjadi objek destinasi yang menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan. Namun, melalui kuesioner yang didapat dari sejumlah wisatawan di daerah sekitar Kota Solo seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan D.I. Yogyakarta, masih banyak yang tidak mengetahui kawasan ini dan menganggap bahwa kawasan ini adalah kawasan pemukiman biasa. Dari sini dapat terlihat persepsi wisatawan terhadap Kampung Laweyan membuat penurunan niat pengunjung untuk datang. Karena masalah tersebut, dengan adanya destination branding diharapkan dapat menaikkan image dan memperlihatkan keunikkan Kampung Laweyan di mata wisatawan sehingga dapat menarik minat mereka untuk datang.
Actions (login required)
![]() |
View Item |
