⭐ Phangestu, Marleen (2022) Perancangan Promosi Interaktif Moeseoem Pemasjarakatan untuk Pelajar Jabodetabek Usia 14-20 Tahun. Bachelor Thesis, Universitas Multimedia Nusantara.
|
Text
HALAMAN_AWAL.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (2MB) |
||
|
Text
DAFTAR_PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (255kB) |
||
|
Text
BAB_I.pdf Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (251kB) | Preview |
|
|
Text
BAB_II.pdf Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (2MB) | Preview |
|
|
Text
BAB_III.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (1MB) |
||
|
Text
BAB_IV.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (5MB) |
||
|
Text
BAB_V.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (251kB) |
||
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (1MB) |
Abstract
Moeseoem Pemasjarakatan merupakan sebuah museum pemasyarakatan pertama yang ada di Indonesia dan merupakan tempat yang menyajikan informasi pasti mengenai pemasyarakatan yang terletak di Lapas Kelas II A Tangerang. Koleksi yang ada di museum ini berasal dari berbagai lapas di Indonesia dan koleksi tertuanya dari tahun 1877. Nilai sejarah, kewarganegaraan dan toleransi dapat ditemukan pada museum ini. Museum ini juga menjelaskan peran pemasyarakatan di zaman sekarang, yaitu pembinaan seperti budidaya lele, bercocok tanam, dan sebagainya. Hal ini selaras dengan tujuan museum ini didirikan, yaitu untuk mengedukasi masyarakat mengenai perubahan bahwa pemasyarakatan tidak hanya mengandung sisi buruk seperti yang dibayangkan masyarakat tetapi membina. Namun kunjungan yang sedikit menyebabkan tujuan tidak dapat tercapai. Rendahnya awareness masyarakat terhadap museum menjadi faktor utama sedikitnya kunjungan. Perancangan ini menggunakan metode penelitian human centered design oleh IDEO, metode pengumpulan data campuran oleh Sugiyono, dan juga strategi promosi menggunakan metode transmedia storytelling oleh Pratten. Dengan adanya perancangan media promosi interaktif Moeseoem Pemasjarakatan ini, strategi dan media yang dibuat dapat menjadi acuan untuk merancang media promosi museum dengan transmedia storytelling.
Actions (login required)
![]() |
View Item |
