⭐ Primaputri, Bernadette Aurelia (2022) Perancangan Ulang Identitas Visual Museum dan Monumen PETA. Bachelor Thesis, Universitas Multimedia Nusantara.
|
Text
HALAMAN_AWAL.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (1MB) |
||
|
Text
DAFTAR_PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (315kB) |
||
|
Text
BAB_I.pdf Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (322kB) | Preview |
|
|
Text
BAB_II.pdf Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
BAB_III.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (2MB) |
||
|
Text
BAB_IV.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (7MB) |
||
|
Text
BAB_V.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (382kB) |
||
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (2MB) |
Abstract
Museum yang awalnya bernama Monumen dan Museum PETA diresmikan oleh H. M. Soeharto pada tanggal 18 Desember 1995 dan dikelola oleh Yayasan Pembela Tanah Air (YAPETA). Setelah hampir 15 tahun dikelola oleh YAPETA, museum diserahterimakan pada Dinas Sejarah Angkatan Darat dan berganti nama menjadi Museum dan Monumen PETA. Museum yang terletak di Bogor ini berperan penting dalam menyimpan benda bersejarah mengenai sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia serta memelihara semangat juang generasi muda. Namun, saat ini museum belum memiliki identitas visual khas tersendiri dan hanya menggunakan logo YAPETA sebagai logo museum. Hal tersebut membuat museum menjadi belum memiliki identitas visual yang kuat yang menggambarkan personality museum dan koleksi yang dimilikinya. Maka dari itu, penulis melakukan perancangan ulang identitas visual Museum dan Monumen PETA. Perancangan dilakukan menggunakan lima tahap metode perancangan Wheeler. Melalui perancangan ini, penulis berharap dapat menampilkan identitas visual dengan nilai-nilai yang sesuai dengan Monumen dan Museum PETA sehingga dapat dibedakan dan dikenali audience.
Actions (login required)
![]() |
View Item |
