⭐ Kania Apricillia, Tasya (2022) Perancangan Website Informasi tentang Mengatasi Adiksi Akibat Kafein pada kopi. Bachelor Thesis, Universitas Multimedia Nusantara.
|
Text
HALAMAN_AWAL.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (2MB) |
||
|
Text
DAFTAR_PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (515kB) |
||
|
Text
BAB_I.pdf Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (513kB) | Preview |
|
|
Text
BAB_II.pdf Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
BAB_III.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (1MB) |
||
|
Text
BAB_IV.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (3MB) |
||
|
Text
BAB_V.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (495kB) |
||
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (3MB) |
Abstract
Kafein adalah senyawa kimia alkaloid atau stimulan alami yang setara dengan amfetamin, kokain, dan heroin karena bekerja dengan cara yang sama yaitu menstimulasi kerja otak. Dosis mengkonsumsi kafein sendiri batas maksimum yang diizinkan dalam sehari adalah 100-200mg (Liska, 2004). Kadar kafein paling banyak terdapat pada minuman kopi yaitu kisaran 57 mg -107,5 mg/gelas sedangkan teh dan isotonik hanya mengandung 50 mg/gelas (Yahmadi, 2005). Kafein bisa menyebabkan adiksi jika dikonsumsi secara rutin dan dalam jumlah yang banyak (Wilson, 2018) dan jika dikonsumsi secara berlebihan akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan dan biasanya dampak tersebut berupa detak jantung menjadi tidak beraturan, sakit kepala, munculnya perasaan cemas, tremor, insomnia dan dapat menyebabkan gangguan pada pencernaan (Oz Palas dan Ozer, 2017). Karena penulis memberikan solusi yaitu dengan membuat media informasi tentang mengatasi adiksi terhadap kafein melalui tips-tips pola hidup sehat agar orang yang telah adiksi terhadap kafein dapat mengurangi dosis konsumsi kafein secara berlebihan untuk mencegah dampak buruk lebih lanjut terhadap kesehatan.
Actions (login required)
![]() |
View Item |
