⭐ Zusma Alir, Alinta (2022) Perancangan Ulang Identitas Visual Museum Kereta Api Ambarawa, Semarang. Bachelor Thesis, Universitas Multimedia Nusantara.
|
Text
HALAMAN_AWAL.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (1MB) |
||
|
Text
DAFTAR_PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (344kB) |
||
|
Text
BAB_I.pdf Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (382kB) | Preview |
|
|
Text
BAB_II.pdf Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
BAB_III.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (3MB) |
||
|
Text
BAB_IV.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (4MB) |
||
|
Text
BAB_V.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (253kB) |
||
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (2MB) |
Abstract
Museum Kereta Api Indonesia atau disebut juga Museum Kereta Api Ambarawa merupakan museum terbesar di Asia Tenggara. Museum ini memiliki peninggalan lokomotif, administrasi, sarana dan prasarana perkeretaapian pada masa hindia belanda hingga pra kemerdekaan. Nilai sejarah yang terdapat di museum ini sangat tinggi. Museum ini menjadi satu-satunya museum di Indonesia, serta menjadi salah satu dari 3 museum yang memiliki lokomotif uap bergerigi yang masih aktif hingga saat ini. Museum ini juga masuk ke dalam cagar budaya tingkat nasional. Dengan hal tersebut museum memiliki potensi lebih untuk berkembang, namun masyarakat Jawa Tengah masih belum aware dengan identitas visual yang dimiliki Museum Kereta Api Ambarawa. Salah satu faktornya karena identitas visual yang ada tidak konsisten dan masih menonjolnya identitas visual KA Wisata, sehingga identitas visual utama kurang muncul. Untuk memaksimalkan pengembangan dan citranya maka diperlukan perancangan identitas visual dan penerapannya dalam aplikasi media pada Graphic Standard Manual dan media pendukung. Metode gabungan kuantitatif dan kualitatif akan digunakan dalam penelitian ini. Diharapkan perancangan ini dapat menghasilkan identitas visual yang lebih konsisten dan efektif untuk membantu pengembangan museum ini.
Actions (login required)
![]() |
View Item |
