Representasi Krisis Moralitas dalam Komodifikasi Tubuh dan Kesadaran pada Episode Black Museum

Wibawa Noraga, Bhirawa (2026) Representasi Krisis Moralitas dalam Komodifikasi Tubuh dan Kesadaran pada Episode Black Museum. Bachelor Thesis, Universitas Multimedia Nusantara.

[img] PDF
HALAMAN_AWAL.pdf

Download (804kB)
[img] PDF
BAB_I.pdf

Download (260kB)
[img] PDF
BAB_II.pdf

Download (385kB)
[img] PDF
BAB_III.pdf

Download (268kB)
[img] PDF
BAB_IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (617kB)
[img] PDF
BAB_V.pdf

Download (134kB)
[img] PDF
DAFTAR_PUSTAKA.pdf

Download (255kB)
[img] PDF
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (696kB)

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang semakin intens menimbulkan persoalan etis, terutama terkait batas moral dalam penggunaan tubuh dan kesadaran manusia. Serial Black Mirror, khususnya episode Black Museum, menghadirkan kritik terhadap potensi penyimpangan teknologi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi krisis moralitas melalui komodifikasi tubuh dan kesadaran manusia dalam episode Black Museum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes, yang mencakup tiga tingkat makna: denotasi, konotasi, dan mitos. Objek penelitian difokuskan pada episode Black Museum (Season 4, Episode 6) dengan unit analisis berupa adegan-adegan yang menampilkan eksploitasi teknologi terhadap tubuh dan kesadaran manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat denotasi, episode ini menampilkan penggunaan teknologi terhadap tubuh biologis dan kesadaran digital melalui eksperimen medis, pemindahan kesadaran, dan sistem hukuman berbasis teknologi. Pada tingkat konotasi, adegan-adegan tersebut merepresentasikan relasi kuasa yang timpang serta normalisasi kekerasan atas nama kemajuan teknologi. Pada tingkat mitos, Black Museum membangun narasi ideologis tentang teknologi sebagai sesuatu yang dianggap wajar dan sah untuk mengeksploitasi manusia dalam kerangka kapitalisme digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Black Museum berfungsi sebagai kritik sosial terhadap krisis moralitas dalam masyarakat teknologi kontemporer, dengan menunjukkan bagaimana teknologi dapat menormalisasi dehumanisasi dan mengubah tubuh serta kesadaran manusia menjadi komoditas konsumsi publik ketika dilepaskan dari batas etika.

Item Type: Thesis (Bachelor Thesis)
Creators: Wibawa Noraga, Bhirawa (00000062944)
Contributors: Hendar Putranto, Bonifacius
Keywords: representasi, semiotika Roland Barthes, Black Mirror, komodifikasi tubuh, krisis moralitas
Subjects: 300 Social Sciences
Divisions: Faculty of Communication > Strategic Communication
Date Deposited: 22 Jan 2026 08:03
URI: https://kc.umn.ac.id/id/eprint/43596

Actions (login required)

View Item View Item