⭐ Setyoningrum, Bela (2021) Film Dokumenter: "Rorokan Ciptagelar". Bachelor Thesis, Universitas Multimedia Nusantara.
|
Text
HALAMAN_AWAL.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (1MB) |
||
|
Text
DAFTAR_PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (235kB) |
||
|
Text
BAB_I.pdf Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (142kB) | Preview |
|
|
Text
BAB_II.pdf Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (350kB) | Preview |
|
|
Text
BAB_III.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (858kB) |
||
|
Text
BAB_IV.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (1MB) |
||
|
Text
BAB_V.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (122kB) |
||
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (750kB) |
Abstract
Air merupakan sumber daya alam yang dibutuhkan dalam semua aspek kehidupan. Saat ini sungai di Indonesia masih banyak tercemar karena kurangnya minat masyarakat dalam menjaga alam. Budaya membentuk kearifan lokal menjadi faktor terpenting dalam pengelolaan sumber daya alam, karena dapat meminimalisasi kerusakan alam yang sering terjadi saat ini. Kearifan lokal yang terjadi di Kasepuhan Ciptagelar masih terus terjadi bersifat dinamis, lentur, terbuka, dan senantiasa menyesuaikan dengan zamannya. Hal ini, perlu dikaji lebih lanjut sebagai suatu bentuk kebudayaan bangsa dalam suatu masyarakat guna menjaga kelestarian dan keseimbangan suatu sumber daya alam. Kasepuhan memiliki tatanan adat yakni rorokan atau barisan kolot yang dipilih berdasarkan garis keturunan dalam mengelola sumber daya air. Masyarakat di Kasepuhan Ciptagelar memegang kuat pandangan bahwa manusia hidup selaras dengan alam dan manusia sebagai bagian dari alam. Air memiliki fungsi yang sangat penting bagi keberlangsungan hidup masih masyarakat Kasepuhan Ciptagelar, karena mereka membutuhkan air tidak hanya untuk kehidupan sehari-hari saja. Namun, sebagai pengairan sawah yang merupakan hal sakral kehidupan di Kasepuhan Ciptagelar. Gaya dokumenter yang digunakan dalam karya ini yaitu observasional, expository, dan participatory. Tugas akhir ini, penulis ingin memperlihatkan kebudayaan dan keselarasan hidup masyarakat Ciptagelar dalam menjaga alam. Dampak yang diharapkan dari adanya karya ini dapat membuat masyarakat Indonesia sadar akan menjaga sumber daya alam agar tidak tercemar dan mengedukasi akan kebudayaan Indonesia yang harus terus terjaga. Tugas ini akan dikemas dalam bentuk film dokumenter dengan durasi 60 menit.
| Item Type: | Thesis (Bachelor Thesis) |
|---|---|
| Creators: | Setyoningrum, Bela (00000026145) |
| Contributors: | Wijaya, Taufan |
| Keywords: | kearifan lokal, rorokan, perairan, Kasepuhan Ciptagelar Cluster Reporting-Based Project, Sub-cluster story-telling documenter |
| Subjects: | 000 Computer Science, Information and General Works > 070 News Media, Journalism and Publishing > 070 News, mass media, journalism, and publishing > 070.18 Documentary Films, Educational Films |
| Sustainable Development Goals: | Goal 04. Ensure inclusive and equitable quality education and promote lifelong learning Goal 09. Build resilient infrastructure, promote inclusive and sustainable industrialization and foster innovation |
| Divisions: | Faculty of Communication > Digital Journalism |
| Date Deposited: | 15 Oct 2022 08:56 |
| URI: | https://kc.umn.ac.id/id/eprint/17996 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
