Yatul Hikmah, Nuri (2026) Gender Sensitization dan Jurnalisme Multitasking (Studi Fenomenologi Tentang Pengalaman Dunia Kerja Perempuan Jurnalis Media Online). Master Thesis, Universitas Multimedia Nusantara.
|
PDF
HALAMAN_AWAL.pdf Download (436kB) |
|
|
PDF
BAB_I.pdf Download (169kB) |
|
|
PDF
BAB_II.pdf Download (360kB) |
|
|
PDF
BAB_III.pdf Download (168kB) |
|
|
PDF
BAB_IV.pdf Restricted to Registered users only Download (750kB) |
|
|
PDF
BAB_V.pdf Download (141kB) |
|
|
PDF
DAFTAR_PUSTAKA.pdf Download (179kB) |
|
|
PDF
LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (624kB) |
|
|
PDF
LETTER_OF_ACCEPTANCE.pdf Download (211kB) |
Abstract
Profesi jurnalis masih didominasi oleh nilai dan praktik kerja yang berakar pada budaya patriarki, sehingga perempuan jurnalis kerap berada dalam posisi yang rentan secara gender. Dalam konteks media online, kondisi ini semakin kompleks dengan hadirnya praktik jurnalisme multitasking sebagai dampak konvergensi media digital, yang memperluas beban kerja dan mengaburkan batas antara ranah profesional dan personal. Situasi tersebut memunculkan konflik peran terkait gender yang dialami perempuan jurnalis, baik dalam relasi kerja di ruang redaksi maupun dalam kehidupan domestik dan sosialnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi deskriptif Edmund Husserl untuk mengkaji pengalaman perempuan jurnalis media online dalam menghadapi konflik peran gender di tengah tuntutan jurnalisme multitasking. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap empat perempuan jurnalis media online yang memiliki pengalaman langsung terkait ketimpangan dan kerentanan gender dalam praktik jurnalistik. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi fenomenologis, analisis tekstural, dan struktural guna mengungkap esensi pemaknaan pengalaman informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan jurnalis media online mengalami konflik peran yang bersifat kompleks dan berlapis, yang tercermin dalam ketimpangan hak dan kewajiban, risiko pelecehan di lapangan, diskriminasi dalam penugasan dan peluang karier, serta minimnya dukungan struktural terhadap kebutuhan spesifik perempuan. Konflik tersebut dimaknai secara beragam oleh informan, bergantung pada posisi sosial, status keluarga, dan pengalaman kerja masing-masing. Praktik multitasking dipahami secara ambivalen: di satu sisi sebagai peluang pengembangan keterampilan dan penguatan identitas profesional, namun di sisi lain sebagai sumber konflik peran yang memperdalam beban kerja tanpa perlindungan dan kebijakan yang sensitif gender. Penelitian ini menegaskan bahwa konflik peran pada perempuan jurnalis merupakan proses fenomenologis yang tidak linear dan berkelindan dengan struktur kerja media yang masih bersifat gender-blind, sehingga menuntut hadirnya praktik jurnalistik yang lebih adil, inklusif, dan sensitif gender pada level institusional.
| Item Type: | Thesis (Master Thesis) |
|---|---|
| Creators: | Yatul Hikmah, Nuri (00000136575) |
| Contributors: |
|
| Keywords: | Konflik Peran; Jurnalisme Multitasking; Perempuan Jurnalis |
| Subjects: | 300 Social Sciences |
| Divisions: | Faculty of Communication > Master Communication Studies |
| Date Deposited: | 20 Jan 2026 08:04 |
| URI: | https://kc.umn.ac.id/id/eprint/43501 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
