Strategi Adaptasi Budaya Imigran Afghanistan dengan Masyarakat Lokal di Gading Serpong

Jonathan, Jonathan (2026) Strategi Adaptasi Budaya Imigran Afghanistan dengan Masyarakat Lokal di Gading Serpong. Bachelor Thesis, Universitas Multimedia Nusantara.

[img] PDF
HALAMAN_AWAL.pdf

Download (863kB)
[img] PDF
BAB_I.pdf

Download (246kB)
[img] PDF
BAB_II.pdf

Download (432kB)
[img] PDF
BAB_III.pdf

Download (282kB)
[img] PDF
BAB_IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (441kB)
[img] PDF
BAB_V.pdf

Download (292kB)
[img] PDF
DAFTAR_PUSTAKA.pdf

Download (315kB)
[img] PDF
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengalaman gegar budaya dan strategi adaptasi imigran Afghanistan di Gading Serpong, Tangerang, dalam konteks komunikasi antarbudaya. Imigran Afghanistan yang datang ke Indonesia umumnya berstatus sebagai pengungsi akibat konflik berkepanjangan, ketidakstabilan politik, dan ancaman keamanan di negara asal. Kondisi tersebut menempatkan mereka dalam situasi adaptasi yang kompleks tidak hanya menghadapi perbedaan budaya, tetapi juga keterbatasan struktural akibat status hukum sebagai pengungsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap enam partisipan pengungsi Afghanistan yang tinggal di Gading Serpong. Analisis data dilakukan dengan mengacu pada teori culture shock dan akulturasi budaya dalam kajian komunikasi antarbudaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para imigran mengalami tahapan gegar budaya yang meliputi fase honeymoon, crisis, recovery, dan adaptation. Pada tahap awal, informan merasakan euforia dan rasa aman setelah terbebas dari konflik di Afghanistan. Namun, fase tersebut diikuti oleh krisis yang ditandai dengan hambatan bahasa, perbedaan nilai budaya, stereotip, serta tekanan psikologis akibat keterbatasan hak sebagai pengungsi. Proses pemulihan terjadi ketika informan mulai mengembangkan strategi adaptasi, seperti belajar bahasa Indonesia, membangun jaringan sosial, dan menyesuaikan pola komunikasi dengan masyarakat setempat. Tahap adaptasi ditandai dengan kemampuan informan untuk berfungsi secara lebih efektif dalam kehidupan sehari-hari tanpa sepenuhnya kehilangan identitas budaya asal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa adaptasi budaya imigran Afghanistan merupakan proses dinamis dan tidak linear, yang sangat dipengaruhi oleh intensitas interaksi sosial, dukungan lingkungan, serta kemampuan komunikasi antarbudaya.

Item Type: Thesis (Bachelor Thesis)
Creators: Jonathan, Jonathan (00000053884)
Contributors: Sri Eko Murtiningsih, Bherta
Keywords: adaptasi budaya; gegar budaya; imigran Afghanistan; komunikasi antarbudaya; pengungsi
Subjects: 300 Social Sciences
Divisions: Faculty of Communication > Strategic Communication
Date Deposited: 28 Jan 2026 08:03
URI: https://kc.umn.ac.id/id/eprint/44199

Actions (login required)

View Item View Item