Valencia Wiguna, Fanny (2026) Analisis Komunikasi Simbolik dalam Tradisi Cheng Beng di Kalangan Keturunan Tionghoa Tangerang Selatan. Bachelor Thesis, Universitas Multimedia Nusantara.
|
PDF
HALAMAN_AWAL.pdf Download (1MB) |
|
|
PDF
BAB_I.pdf Download (503kB) |
|
|
PDF
BAB_II.pdf Download (676kB) |
|
|
PDF
BAB_III.pdf Download (980kB) |
|
|
PDF
BAB_IV.pdf Restricted to Registered users only Download (943kB) |
|
|
PDF
BAB_V.pdf Download (381kB) |
|
|
PDF
DAFTAR_PUSTAKA.pdf Download (370kB) |
|
|
PDF
LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Indonesia memiliki banyak Etnis salah satunya etnis Tionghoa, etnis Tionghoa memiliki tradisi yang dinamakan Cheng Beng, Cheng Beng merupakan ritual penting dalam budaya Tionghoa, Masyarakat di Tangerang Selatan masih mempertahankan tradisi Cheng Beng yang sudah ada sejak lama sebagai bentuk tanda penghormatan kepada leluhur sekaligus sarana untuk memperkuat hubungan antar keluarga. Penelitian ini di lakukan unuk memahami bagaimana proses komunikasi simbolik erbenuk dalam pelaksanaan tradisi Cheng Beng, dengan menggunakan teori komunikasi simbolik George Herbert Mead yang menekankan tiga elemen utama komunikasi simbolik yaitu, mind, self, dan society. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi, melalui wawancara mendalam dengan lima informan, observasi langsung, serta dokumentasi aktivitas ritual. Hasil penelitian yang dilakukan penulis menunjukkan bahwa setiap simbol yang digunakan dalam tradisi Cheng Beng seperti dupa, makanan persembahan, kertas sembahyang, dan juga tindakan membersihkan makam leluhur mengandung makna yang dibangun melalui ineraksi sosial yang telah diwariskan oleh generasi sebelumnya. Simbol- simbol yang digunakan saat tradisi Cheng Beng tidak hanya berfungsi sebagai bagian dari ritual saja, melainkan menjadi medium komunikasi yang menghubungkan keluarga dengan leluhurnya, membentuk pemaknaan diri sebagai bagian dari garis keturunan, serta memperkuat identitasnya budaya Tionghoa. Proses perkumpulan keluarga selama Cheng Beng juga memperkuat relasi sosial, memperluas pemahaman antar anggota keluarga, dan menjaga keberlanjutan nilai- nilai budaya di Tengah perubahan zaman. Berdasarkan penemuan tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa Cheng Beng tidak hanya ziarah ke makam leluhur, tetapi juga sebagai komunikasi simbolik yang hidup dan berperan penting guna membangun makna, menjaga identitas dan juga mempertahankan solidaritas komunitas Tionghoa di Tangerang Selatan.
| Item Type: | Thesis (Bachelor Thesis) |
|---|---|
| Creators: | Valencia Wiguna, Fanny (00000046890) |
| Contributors: | Nurhayati, Kristina |
| Keywords: | komunikasi simbolik, Cheng Beng, interaksionisme simbolik, identitas budaya, Tionghoa. |
| Subjects: | 300 Social Sciences |
| Divisions: | Faculty of Communication > Strategic Communication |
| Date Deposited: | 28 Jan 2026 08:02 |
| URI: | https://kc.umn.ac.id/id/eprint/44194 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
